Demo di Jakarta
Eks Aktivis Cipayung Minta DPR Sadar Diri: Tempatkan Sebagai Lembaga Rakyat
Eks aktivis Cipayung berharap agar DPR sebagai lembaga rakyat betul-betul menempatkan diri sebagai bagian dari rakyat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan aktivisi Cipayung dari PMKRI Benidiktus Papa ikut menanggapi situasi negeri saat ini, termasuk insiden tabrak yang mengakibatkan salah satu pengemudi ojol meninggal dunia di tabrak mobil Brimob.
Aktivis Cipayung merupakan sebutan bagi para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, yaitu forum komunikasi dan kerja sama antar organisasi kemahasiswaan besar di Indonesia.
Nama “Cipayung” berasal dari lokasi pertemuan pertama mereka di Cipayung, Jakarta Timur, pada tahun 1972, yang menjadi titik awal terbentuknya aliansi ini.
Baca juga: Di Mana Ahmad Sahroni dan Anggota DPR Lainnya usai Buat Pernyataan Kontroversi hingga Picu Demo?
Dia pun menyampaikan berduka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan yang wafat dalam insiden saat pelaksanaan aksi demonstrasi di DPR.
“Dalam kedukaan ini tentu kita menyayangkan insiden terjadinya demonstrasi yang chaos,” kata pria yang akrab disapa Beny kepada Tribunnews, Sabtu (30/8/2025).
Dia pun mengajak semua pihak menghormati proses yang sedang berlangsung di Divisi Propam Polri terkait pemeriksaan 7 personil Brimob yang diindentifikasi terlibat dalam insiden tabrak ojol tersebut.
“Kita meminta agar proses ini berjalan dengan transparan dan menjawab rasa keadilan keluarga dan seluruh masyarakat,” tegas Beny.
Lebih lanjut, dia berharap agar DPR sebagai lembaga rakyat betul-betul menempatkan diri sebagai bagian dari rakyat.
“Mampu menempatkan DPR sebagai lembaga rakyat yang bisa menjadi teman, sahabat rakyat dalam menjawab berbagai persoalan bangsa hari ini,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025).
Prabowo tiba di rumah duka yang beralamat di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta, pada Jumat malam (29/8/2025).
Presiden tiba sekitar pukul 21.51 WIB.
Ketibaan Presiden didampingi sejumlah pejabat negara diantaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Presiden disambut oleh keluarga almarhum dan para tetangga yang sudah berkumpul.
Setibanya di dalam rumah duka, Presiden Prabowo langsung menyalami dan memeluk kedua orang tua almarhum.
Kedua orang tua almarhum tampak terharu dan menitikkan air mata saat memeluk Presiden.
Usai berbincang sekitar 20 menit dengan keluarga almarhum Affan, Kepala Negara pun meninggalkan rumah duka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DEMO-BURUH-Suasana-terkini-di-Gedung-DPRMPR-RI.jpg)