Demo di Jakarta
Tampang Kompol Cosmas Kaju Gae, Pamen Brimob yang Diamankan setelah Lindas Driver Ojol Affan
Berikut tampang dari Kompol Cosmas Kaju Gae yang menjadi satu-satunya pamen di mobil rantis yang melindas Affan saat demo Kamis kemarin lusa.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Tujuh anggota Brimob telah diamankan setelah melindas driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).
Adapun salah satunya adalah sosok perwira menengah (pamen) bernama Kompol Cosmas Kaju Gae. Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Kompol Cosmas sempat menjabat sebagai Komandan Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Korps Brimob.
Namun, beberapa hari sebelum dia diamankan, jabatannya tersebut sudah digantikan oleh Kompol Sutarto.
Hal ini diketahui lewat unggahan dari akun Instagram Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Korps Brimob pada Selasa (26/8/2025).
Sementara itu, pangkat Kompol berlambang satu melati di pundaknya.
Baca juga: Kisah Sopir Angkot Angkut Mahasiswa UI yang Demo di Polda Metro, Mengaku Tak Capek Antar Demonstran
Setelah dia digantikan, tidak diketahui jabatan Cosmas di Brimob. Tak banyak informasi lagi yang tersebar di dunia maya terkait profil dari Kompol Cosmas.
Namun, dia pernah menggelar pertemuan dengan Kapolres Karawang AKBP Fikri Ardiansyah.
Momen pertemuan itu diunggah di akun Instagram polres_karawang pada 12 April 2025 lalu.
Lalu, sebulan kemudian, Cosmas terekam pernah menggelar pertemuan dengan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Uunk Din Parunggi pada 25 Mei 2025.
Adapun pertemuan tersebut diabadikan lewat sebuah foto yang diunggah di situs ATR/BPN Kabupaten Karawang.
Selain itu, nama Cosmas juga muncul ketika Tribunnews.com mengetikkan namanya di mesin pencarian Google.
Adapun dia pernah diucapkan ulang tahun oleh akun X Satuan Brimob Polda Metro Jaya pada 3 Agustus 2024 lalu.
Saat itu dia masih menjabat sebagai Kakorta Satlat Korbrimob Polri.
Di sisi lain, kesatuan yang pernah dipimpin Kompol Cosmas adalah Pasukan Pelopor, satuan pelaksana utama yang berada di bawah Korps Brimob Polri dan berfungsi menyelenggarakan fungsi penindakan massa.
Sementara, Resimen IV Pasukan Pelopor bermarkas di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Purwakarta, Jawa Barat, dikutip dari laman Korps Brimob Polri.
Adapun resimen ini baru diresmikan pada 11 Agustus 2022 lalu berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1155/VII/2021. Komandan Resimen IV Korps Brimob saat ini adalah Kombes Esty Setyo Nugroho.
Kompol Cosmas Duduk di Samping Sopir Rantis Brimob saat Lindas Affan
Pada saat peristiwa pelindasan terhadap Affan, Kompol Cosmas ternyata berada di samping sopir rantis Brimob, yaitu Bripka Rohmat.
"Adapun pengemudi yang mengemudi kendaraan tersebut yaitu Bripka R (Rohmat), sedangkan yang duduk di sebelah pengemudi yaitu Kompol C," kata Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/8/2025) kemarin.
Sementara, anggota Brimob lainnya, yaitu Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Briptu Mardin, Baraka Jana Edi, dan Baraka Yohanes David, duduk di belakang.
Kini ketujuh anggota Brimob itu dinyatakan terbukti melanggar kode etik profesi Polri setelah diperiksa oleh Divpropam Polri.
Mereka pun kini telah dilakukan penempatan khusus (patsus) untuk 20 hari ke depan.
Pengakuan Sopir Rantis Brimob: Kalau Mobil Saya Berhentikan, Habis Pak
Sementara, saat pemeriksaan oleh Divpropam Polri pada Jumat kemarin, Bripka Rohmat mengaku terpaksa menerobos massa yang berkerumun di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Dia mengeklaim, saat momen tersebut, massa sudah melempari rantis Brimob menggunakan batu dan bom molotov.
"Jadi itu di jalan kan pertigaan, di kiri ada massa, di kanan massa, di depan massa dekat pom bensin. Itu mobil kalau saya berhentikan, habis pak. Pasti habis karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai cone block, pakai bom molotov," ujarnya dikutip dari YouTube Kompas TV.
Ia mengaku dalam kondisi tersebut, hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan anggota lain yang berada di dalam rantis Brimob tersebut.
Kemudian, Bripka Rohmat menyebut adanya perintah dari atasan yang juga berada di dalam rantis untuk tetap berjalan.
Namun, karena massa yang sudah berkerumun di sekitar lokasi, rantis Brimob pun tidak bisa bergerak.
"Saya harus berjuang terus, pokoknya harus selamat ini. Lima menit telat, habis kita pak. Soalnya massa sudah banyak gitu," ujarnya.
Baca juga: Didampingi Menhan, Prabowo Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan
Tentang peristiwa saat melindas Affan, sopir tersebut mengaku tidak tahu adanya orang di depan rantis Brimob yang dikendarainya.
Dia kembali menegaskan hanya memikirkan keselamatan anggota lain yang berada di dalam rantis Brimob.
"Saya tidak mengetahui posisi korban karena saya tidak memperhatikan orang kanan-kiri," katanya.
Singkat cerita, tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis tersebut pun berhasil lolos dari kepungan massa dan berujung kembali ke Markas Komando Korps (Mako) Brimob Polda Metro Jaya di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.
Di sisi lain, Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah dilindas.
Nahas, nyawanya tidak tertolong. Jenazah almarhum pun sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat pagi sekira pukul 09.00 WIB.
Ribuan rekan Affan sesama driver ojol pun mengiringi pemakamannya. Selain itu sejumlah tokoh dan figur publik turut menghadiri pemakaman sosok yang meninggal dunia pada usia 21 tahun tersebut.
Affan Tak Ikut Demo, Cuma Antar Pesanan Makanan
Menurut saksi mata bernama Abdul, Affan saat di lokasi bukan sebagai massa yang turut ikut aksi demonstrasi.
Dia disebut tengah mengantarkan pesanan saat insiden yang membuatnya meninggal dunia, terjadi.
Informasi ini diketahui Abdul dari rekan Affan sesama driver ojol.
"Kata temen-temen ojol lainnya, korban ini lagi mau nganterin orderan ke rumah warga di kawasan Benhil. Mungkin karena dia nggak bisa lewat, akhirnya berhenti di situ dulu dan akhirnya kena mobil itu," cerita Abdul, dikutip dari Tribun Jakarta.
Senada dengan keterangan Abdul, paman korban, Tolib (47) juga menyebut bahwa Affan tengah mengantarkan pesanan makanan untuk konsumen.
Namun jalan menuju ke titik lokasi keberadaan konsumen tersebut ditutup lantaran adanya aksi unjuk rasa.
Sehingga, menurutnya, Affan berusaha menerobos kerumunan massa aksi untuk bisa mencapai lokasi konsumennya.
"Emang dia pas keluar (rumah) karena dapat orderan itu kan, yang makanan itu. Kebetulan ngantarnya ke daerah situ," jelasnya.
"Lagi nganter pesanan makanan, cuma jalan itu kan ditutup, dia akhirnya jalan kaki," tambahnya.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul "'Affan! Affan!' Tangis Keluarga Driver Ojol yang Tewas Dilindas Mobil Rantis Polisi Pecah di RSCM"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Ibriza)(Tribun Jakarta/Rr Dewi Kartika H)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.