Jumat, 24 April 2026

Kasus Impor Gula

Tom Lembong: Mana Ada Kriminalisasi di Era Gus Dur, Megawati, SBY, dan Jokowi Periode Pertama

Tom Lembong menilai kriminalisasi baru mulai masif terjadi pada era saat ini. Pada era presiden sebelumnya, dia menyebut tak pernah terjadi.

Tribunnews/Jeprima
TOM LEMBONG BEBAS - Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong resmi bebas dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025). Tom Lembong mendapat abolisi dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga penuntutannya dalam kasus dugaan korupsi impor gula dihentikan. Tom Lembong menilai kriminalisasi baru mulai masif terjadi pada era saat ini. Pada era presiden sebelumnya, dia menyebut tak pernah terjadi. Hal ini disampaikannya pada Sabtu (13/9/2025). Tribunnews/Jeprima 

Namun, Tom Lembong meyakini budaya politik semacam ini akan hilang ke depannya di Indonesia.

"Ini sebenarnya bukan karakter bangsa kita dan bukan budaya politik kita. Hanya dalam beberapa waktu terakhir ini, ada radikalisasi dan fanatisme menjadi seekstrem ini dan sampai menghalalkan segala cara," ktanya.

"Nggak usah khawatir kok, ini pasti akan berlalu," sambung Tom Lembong.

Kata Tom Lembong soal Kasus Nadiem: Ada Banyak Kesamaan, tapi Ada juga Perbedaan

Tom Lembong pun turut buka suara tentang kasus korupsi yang menjerat Nadiem. 

Dia menganggap ada kesamaan dan perbedaan antara kasus yang pernah menjeratnya dan kasus Nadiem.

Tom Lembong sempat terjerat perkara korupsi impor gula saat masih menjadi Mendag pada tahun 2015-2016. Dia juga sempat divonis 4,5 tahun penjara dan berujung diberi abolisi oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Agustus 2025 lalu.

Abolisi merupakan tindakan penghentian proses hukum atas tindak pidana yang telah dilakukan oleh individu maupun kelompok. Adapun tindakan ini dilakukan oleh Presiden dengan memperhatikan pertimbangan dari DPR.

Kembali lagi ke Tom Lembong, sosok yang pernah menjadi anggota Timses Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat Pilpres 2024 ini, meyakini Nadiem tidak menerima sepeserpun uang dalam kasus yang menjeratnya.

"Saya yakin Pak Nadiem tidak terima sepeserpun dan tidak ada aliran dana ke kantong dia," katanya.

Namun, perbedaan mencolok yang terlihat adalah tentang konflik kepentingannya.

Baca juga: Menelisik Manuver Tom Lembong Laporkan Hakim ke Bawas MA dan KY, Pakar: Ini Bukan Serangan Balik

Tom Lembong mengatakan dalam kasus yang menjeratnya, dia tidak berposisi sebagai pemilik pabrik gula sehingga tidak ada konflik kepentingan yang membuatnya harus berbuat korupsi.

Berbeda dengan Nadiem, dia merupakan mantan bos Gojek dan perusahaan jasa yang sempat dipimpinnya itu sempat bekerjasama dengan Google terkait tekonologi informasi.

"Mungkin itu sebuah konflik kepentingan. Tapi saya bisa pastikan Google sebagai multinational company yang listed dan IPO di Amerika, tidak akan main-main atau aneh-aneh."

"Dia tidak perlu lah menggunakan cara-cara voodoo-lah demi memajukan kepentingan usahanya. Saya yakini Google tidak ada niat jahat atau kongkalikong dengan pihak manapun," katanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved