Program Makan Bergizi Gratis
Respons dan Harapan Orang Tua Seiring Maraknya Pemberitaan Keracunan MBG
Insiden keamanan pangan ini juga jadi sorotan orang tua siswa. Mereka diliputi perasaan khawatir.
Padahal menurut Indah, komunikasi ini penting untuk meningkatkan kualitas MBG.
“Diawal-awal menunya real food, namun makin ke sini, makanan yang disajikan adalah UPF seperti sosis, nugget, burger. Anak saya tidak suka makan. Padahal program ini bernama Makan Bergizi Gratis,” tutur dia kepada Tribunnews.com.
Indah berharap, pihak sekolah bisa berperan aktif menjembatani keluhan dan evaluasi penyelenggaraan MBG ke depan.
Terkait keracunan yang terjadi banyak di daerah, Indah sebagai orang tua mengharapkan, pihak MBG dan sekolah segera memberikan klarifikasi dari sisi bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengawasan mutu.
Meski berita yang beredar cukup membuat resah, sebagian orang tua tetap memberikan kepercayaan pada program ini selama ada jaminan keamanan makanan.
Salah satunya yang dikemukakan orang tua SMP Negeri 20 Depok, Eko Priyanto.
Selama 3 minggu program MBG berjalan di sekolah anaknya, kesan sangat baik tergambar ketika anaknya menceritakan menu-menu MBG yang diterima setiap hari.
Sejak awal pelaksanaan, orang tua dan pihak sekolah terlibat aktif mendiskusikan program ini.
Pihak sekolah sangat detail dan bertanggung jawab penuh saat menerima makanan MBG.
Menurut Eko, selama ini pihak dapur MBG selalu menerima masukan dari para siswa.
Kolaborasi antara sekolah, dapur MBG, orang tua menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan memastikan bahwa kejadian itu tidak terjadi.
“SPPG yang amanah sesuai SOP, diyakini bisa mencegah kejadian keracunan. Selama ini sekolah, pihak SPPG, orang tua dan siswa selalu aktif untuk program ini,” ungkap Eko.
(Tribunnews.com/ Rina Ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/keracunan-MBG-sukabumi.jpg)