Jokowi Factor, Silfester Matutina Dekat dengan Kekuasaan: Ada Kekuatan Lebih Besar dari Kejaksaan?
Hendri Satrio terang-terangan menyebut, ada kekuatan yang mencoba melemahkan penegakan hukum jika berkaca pada kasus Silfester Matutina.
Ringkasan Berita:
- Relawan Jokowi, Silfester Matutina, masih belum menjalani hukuman meski meski sudah dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara sejak enam tahun lalu terkait fitnah terhadap Jusuf Kalla.
- Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, Silfester masih dekat dengan kekuasaan karena faktor Jokowi, sehinggga sampai sekarang tak kunjung diseret ke penjara.
- Hendri menilai, Prabowo yang saat ini duduk sebagai presiden tidak akan mau terlibat dalam kasus Silfester Matutina.
TRIBUNNEWS.COM - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menanggapi tak kunjung dieksekusinya Ketua Umum Relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina meski sudah dijatuhi vonis hukuman sejak enam tahun lalu.
Silfester saat ini menjadi sorotan karena status hukumnya.
Pengacara kelahiran Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), 19 Juni 1971 itu belum juga menjalani hukuman.
Padahal, ia sudah dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara di tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung (MA) pada 2019 silam karena kasus dugaan fitnah terhadap Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Ini artinya, meski putusannya sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap sejak enam tahun lalu, pria yang juga dikenal sebagai pendukung garis keras Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu belum pernah ditahan.
Hensa, panggilan akrab Hendri Satrio, terang-terangan menyebut ada kekuatan tertentu yang mencoba melemahkan penegakan hukum di Indonesia jika berkaca pada kasus Silfester Matutina.
Apalagi, menurutnya, Silfester masih dekat dengan kekuasaan karena Jokowi factor.
Sampai sekarang pun, kata Hensa, Silfester masih bisa dibilang tetap dekat dengan kekuasaan lantaran anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi Wakil Presiden RI.
Hal ini dia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program HotRoom yang diunggah di kanal YouTube MetroTV, Rabu (15/10/2025).
"Bahwa ada kekuatan memang yang mencoba memperlemah penegakan hukum ini. Kalau saya menilainya, dari sisi politik aja, ini kan terlihat secara gamblang, memang Bang Silvester dekat dengan kekuasaan sebelumnya," kata Hensa.
"Dan apakah dia dekat dengan kekuasaan hari ini? Ya dekat juga, kan ada anaknya Pak Jokowi."
Baca juga: Tolak Anggapan Eksekusi Silfester Matutina Sudah Kedaluwarsa, Refly Harun: Daluwarsa Dia 16 Tahun
"Dia kan tadinya relawan Jokowi."
Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini menilai, Silfester tak kunjung dieksekusi tersebut hanyalah mengulur-ulur waktu.
Ia juga menyebut, jika Kejaksaan masih menunggu izin maupun instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan eksekusi, itu adalah hal yang konyol.
"Jadi menurut saya, kalau kita berputar-putar saja, ya nanti artinya kan buying time juga. Apakah Kejaksaan menunggu izin dari Pak Prabowo untuk melakukan tindakan?" papar Hendri Satrio.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/silfester-matunina-skjd.jpg)