Minggu, 10 Mei 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Setahun Pemerintahan Prabowo, Politikus PDIP Edy Wuryanto Beri Tiga Catatan Soal Program MBG

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto memberi sejumlah catatan tentang program MBG jelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
POLTIKUS PDIP - Potret Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Edy Wuryanto. Ia memberikan tiga catatan soal MBG menjelang setahun pemerintahan Prabowo Giban pada 20 Oktober 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan program MBG dinilai belum sepenuhnya aman dan efektif
  • Manfaat ekonomi dari program MBG belum dirasakan secara setara
  • Keberhasilan MBG tidak bisa diukur dari jumlah porsi yang dibagikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka akan memasuki usia setahun, setelah keduanya dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.

Selama setahun memimpin Republik Indonesia, sejumlah program sudah dijalankan Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Satu di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut menjadi sorotan belakangan ini karena terjadi sejumlah kasus keracunan makanan.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto memberi sejumlah catatan tentang program MBG.

Baca juga: Apresiasi Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ketua DPD RI: Satu Tahun yang Impresif!

Komisi IX DPR RI memiliki lingkup tugas dalam bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Jaminan Sosial.

Ia menilai program MBG harus dikawal lebih ketat agar tujuan utamanya untuk memperbaiki gizi dan menggerakkan ekonomi rakyat kecil tidak terhambat.

“MBG adalah program ambisius yang patut diapresiasi, tetapi pelaksanaannya belum sepenuhnya aman dan efektif. Banyak pelajaran dari tahun pertama yang harus dibenahi,” ujar Edy kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

Baca juga: Golkar Pastikan Kawal Implementasi Program Unggulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Termasuk MBG

Catatan pertama, Edy Wuryanto menyoroti soal masih semrawutnya pelaksanaan program MBG.

Laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) pada 13 Oktober mencatat, sejak awal pelaksanaan, sebanyak 11.566 anak mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari penyelenggara MBG.

Sebagian besar korban mengalami gejala mual, muntah, hingga diare. 

Menurut politikus PDIP ini, fakta tersebut menegaskan lemahnya sistem keamanan pangan di lapangan, sekaligus belum tuntasnya regulasi tata kelola program. 

“Pemerintah memang menyebut rancangan Peraturan Presiden tentang MBG sedang dalam proses harmonisasi. Tapi program ini sudah berjalan hampir setahun tanpa payung hukum yang jelas. Akibatnya, pelaksanaan di lapangan cenderung semrawut,” kata dia.

Hingga Oktober 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat terdapat 11.567 Satuan Pelaksana Pangan Bergizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Program ini telah menjangkau 35,8 juta penerima manfaat, dengan 9.026 UMKM lokal terlibat dalam rantai pasok bahan baku dan penyediaan makanan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved