Rabu, 13 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Ada Ribuan Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Masih dalam Koridor Error Manusiawi

Prabowo mengeklaim kasus keracunan MBG yang mencapai ribuan masih wajar. Dia membandingkannya dengan capaian penerima manfaat sebesar 99,99 persen.

Tayang:
Tangkapan layar dari YouTube Sekretariat Presiden
KERACUNAN MBG WAJAR - Presiden Prabowo Subianto menganggap ribuan kasus keracunan MBG masih dalam batas wajar, ia membandingkan kewajaran itu dengan lebih dari 1 miliar makanan yang sudah tersalurkan. Dia menyampaikan hal ini saat berpidato dalam Sidang Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo menyebut ribuan kasus keracunan MBG di Indonesia masih dalam batas kewajaran yang manusiawi.
  • Pernyataannya ini disampaikannya dengan membandingkan MBG yang tersalurkan sebanyak lebih dari 1 miliar makanan.
  • Namun, dia menegaskan kasus serupa harus bisa dicegah ke depannya dengan perbaikan tata kelola oleh BGN.
  • Prabowo juga meminta guru dan stakeholder mengingatkan siswa penerima agar mencuci tangan sebelum mengonsumsi MBG.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto buka suara terkait ribuan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di berbagai wilayah.

Dia mengungkapkan, peristiwa tersebut masih dalam batas wajar lantaran MBG yang telah terdistribusi sebanyak lebih dari 1 miliar makanan.

"Ada beberapa ribu yang keracunan makan, sakit perut. Tapi kalau diambil statistik, 8.000 (kasus) dari 1.410.000.000 (MBG yang tersalurkan) masih masuk dalam koridor error yang manusiawi."

"Kalau nggak salah angka yang sakit itu adalah mungkin sekitar 0,0007 (persen) yang berarti 99,99 persen (pelaksanaan MBG) berhasil," katanya saat pidato dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Prabowo mengakui bahwa tidak mungkin program MBG akan berjalan mulus dalam pelaksanaannya.

Dia mengatakan mustahil tidak akan terjadi masalah dalam pelaksanaan program unggulan dan prioritasnya tersebut.

"Dalam sepanjang usaha manusia, hampir tidak ada usaha manusia yang dilaksanakan selama satu tahun dengan volume yang demikian besar dengan zero error, zero defect, sangat-sangat sulit," katanya.

Baca juga: Program MBG dalam Setahun Prabowo-Gibran, Mendesak Sasar 3T

Namun, Prabowo menegaskan, kasus keracunan MBG tidak bisa ditolerir lagi ke depannya.

Dia mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki tata kelola dan distribusi MBG ke penerima manfaat.

"Kita tidak boleh menerima. Terus saya tekankan Kepala BGN dan jajarannya untuk menghasilkan sesuatu prosedur tetap dan ketat, menggunakan alat-alat yang terbaik untuk kita jamin kekurangan atau penyimpangan tidak terjadi," tegas Prabowo.

Selain BGN, Prabowo juga meminta kepada para guru untuk selalu mengingatkan siswa agar mencuci tangan sebelum mengonsumsi MBG.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan capaian program MBG hingga saat ini, di mana sudah terbangun 12.508 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara, target SPPG yang terbangun sebanyak 32.000 unit.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan ada 36,7 juta penerima manfaat MBG.

"Hari ini, ada 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang sudah menerima Makan Bergizi Gratis ini. Mungkin, tiap hari kita beri makan enam (kali penduduk) Singapura kali," kata Prabowo.

Jumlah Keracunan MBG, Sudah Tembus di Atas 10 Ribu Kasus

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved