Senin, 13 April 2026

Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh: AHY Putar Otak Cari Solusi, China Singgung soal Manfaat

Soal polemik utang Whoosh, AHY sedang diskusi cari solusi hingga pemerintah China buka suara.

WARTA KOTA/YULIANTO
KERETA WHOOSH - Sejumlah penumpang berjalan masuk ke kereta Whoosh di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta, Jumat (4/4/2025). Soal polemik utang Whoosh, AHY sedang diskusi cari solusi hingga pemerintah China buka suara. 

Menurutnya, penyelesaian utang menjadi penting agar tidak menghambat pengembangan jaringan transportasi cepat di masa depan.

AHY menyebut, sejauh ini ada dua alternatif yang sedang dikaji, yakni restrukturisasi utang melalui Danantara atau kontribusi pembiayaan dari Kementerian Keuangan melalui skema tertentu di APBN.

Meski begitu, AHY menegaskan pihaknya masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kami masih menunggu arahan Pak Presiden sambil terus mengembangkan opsi terbaik yang berkelanjutan. Harapannya, setelah masalah ini selesai, kita bisa melangkah ke tahap pengembangan kereta cepat Jakarta–Surabaya," pungkasnya.

China Sebut Manfaat Lebih Penting

Menanggapi polemik utang Whoosh, China akhirnya buka suara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, meyakini manfaat lebih penting ketimbang keuntungan terkait proyek Whoosh.

Tanggapan ini disampaikan Jiakun menyusul permintaan pemerintah Indonesia terhadap China untuk restrukturisasi utang Whoosh.

"Perlu ditegaskan bahwa, ketika menilai proyek kereta api cepat, selain angka-angka keuangan dan indikator ekonomi, manfaat publik dan imbal hasil komprehensifnya juga harus dipertimbangkan," urai Jiakun, Senin, dikutip dari Kompas.com.

"Pemerintah kedua negara sangat mementingkan pengembangan proyek ini. Otoritas dan perusahaan yang berwenang dari kedua negara telah menjalin koordinasi erat untuk memberikan dukungan kuat bagi pengoperasian kereta cepat sehingga aman dan stabil," imbuh dia.

Jiakun pun memastikan China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi pengoperasian Whoosh berkualitas tinggi.

Ia berharap adanya Whoosh bisa mendorong ekonomi dan sosial di tanah air.

"Sehingga proyek ini akan memainkan peran yang lebih besar dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia serta meningkatkan konektivitas di kawasan," katanya.

Utang dan Bunga Whoosh

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh yang sudah beroperasi selama dua tahun, pengelolaannya berada di bawah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

KCIC merupakan perusahaan patungan Indonesia-China yang mayoritas sahamnya dipegang PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin PT KAI.

Buntut mega proyek itu, PT KCIC mencatatkan kerugian triliunan rupiah yang membuat empat BUMN Indonesia pemegang saham PT PSBI, menanggung beban tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved