Hasto Dorong Anak Muda Perkuat Ide dan Kepemimpinan di Era ‘University of Internet’
Hasto Kristiyanto mengatakan dengan idealisme dan kreativitas yang dipertajam, anak muda bisa menjawab tantangan dan peluang masa depan.
Ringkasan Berita:
- Idealisme dan kreativitas yang dipertajam, anak muda bisa menjawab tantangan dan peluang masa depan
- Di usia muda dengan keterbatasan, para pendiri bangsa saat itu tekun membaca dan memikirkan nasib bangsa
- Hasto meminta anak muda melatih dan menggembleng kepemimpinan dengan rajin membaca buku, berdiskusi dan melihat realitas sosial dengan kritis
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan dengan idealisme dan kreativitas yang dipertajam, anak muda bisa menjawab tantangan dan peluang masa depan.
Hal itu dikatakannya saat bertemu Pemuda Sulawesi Selatan, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (24/11/2025). Peserta dialog dari kalangan mahasiswa, aktivis dan praktisi hukum.
Dalam dialog tersebut, Hasto mengingatkan Indonesia ini dibangun dari pemikiran para anak muda pada eranya.
Baca juga: Hasto Kristiyanto Bicara Perlunya Menyiapkan ‘Pemuda Pandu Bangsa’ untuk Kepemimpinan Masa Depan
Dia menceritakan bagaimana di usia muda dengan keterbatasan, para pendiri bangsa saat itu tekun membaca dan memikirkan nasib bangsa. Seharusnya itulah yang menjadi benchmark untuk kita di saat ini.
"Bung Hatta belajar di surau dengan keterbatasan buku tapi bisa berpikir visioner. Bung Karno belajar ketika teman-temannya bermain bola mencari jawaban atas nasib bangsa," jelas Hasto.
Menurut Hasto, kondisi saat ini jauh lebih mudah. Misalnya, saat ini ada university of internet yang seharusnya membuat anak muda di era sekarang berprestasi lebih baik dari para Pendiri Bangsa.
"Anak muda bebas memilih idenya dan imajinasinya terhadap masa depan. Dengan ide Anda punya arah masa depan. Jadi perkuat ide Anda," lanjut pria asal Yogyakarta.
Hasto mengatakan kesusahan yang dihadapi saat masih menjadi mahasiswa.
"Saya saat mahasiswa, membaca buku teori kritis, itu tidak bisa. Untuk demo apalagi, susah. Pasti akan berhadapan dengan aparat dengan tekanan yang luar biasa. Maka berbahagialah Anda bebas mendapatkan informasi dari manapun saat ini," ujar Hasto.
Dia pun memaparkan nasihat kepada anak muda yang hadir dalam dialog dan antusias bertanya dan menyampaikan kritik.
"Anak muda untuk tidak mudah dikooptasi, maka hadirlah menjadi jiwa yang merdeka dan kokoh dalam ideologi untuk membangun karakter dan punya nilai. Kuasa ilmu pengetahuan bidang apapun itu. Kalau bisa jadi seseorang yang memiliki spesialis sehingga punya diferensiasi. Lalu jangan lupa membangun spirit di dalam diri. Termasuk memberi target pada diri sendiri yang akan memicu malu kalau tidak berhasil memenuhi target tersebut,” paparnya.
“Anda harus mandiri. Jangan berpikir dana dulu, tapi punya ide dulu dan bagaimana arah menuju ide tersebut," jelas Hasto.
Baca juga: PDIP Bangun Basis Politik di Riau, Sekjen Hasto Gaungkan Spirit Melayu dan Teladan Tokoh
Oleh sebab itu, dia meminta anak muda melatih dan menggembleng kepemimpinan dengan rajin membaca buku, berdiskusi dan melihat realitas sosial dengan kritis.
Dia memaparkan saat ini, PDIP pun memberi ruang yang luas terhadap anak muda ikut serta dalam politik dan bertukar pikiran membahas situasi terkini.
Pada kesempatan itu, secara singkat Hasto memaparkan perjalanan hidupnya sejak mahasiswa, termasuk saat menjadi ketua Senat Mahasiswa UGM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hasto-Kristiyanto-saat-bertemu-kelompok-Pemuda-Sulawesi-Selatan.jpg)