Senin, 1 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Menteri Kehutanan Beberkan 3 Faktor Utama Penyebab Banjir di Sumatera

Raja Juli mengungkap faktor yang menjadi penyebab banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
(Ho/Campus League)
MENHUT BANJIR SUMATERA - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkap faktor yang menjadi penyebab banjir bandang hingga longsor di Sumatera
  • Beberapa faktor diantaranya yang menjadi penyebab adalah siklon tropis senyar yang membuat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.
  • Faktor deforestasi Indonesia hingga September menurun sebesar 49.700 hektare, dibandingkan tahun 2024, juga ikut jadi andil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengungkap faktor yang menjadi penyebab banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Hal ini ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

"Bencana banjir bandang dan longsor khususnya di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar terjadi karena kombinasi beberapa faktor yang saling terkait dan mengait," kata Raja Juli. 

Raja Juli menyebut beberapa faktor diantaranya yang menjadi penyebab yakni:

Pertama, siklon tropis senyar yang membuat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

"Adanya siklon tropis senyar yang membuat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi," ujarnya.

Kedua, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kerusakan pada daerah tangkapan air.

"Namun juga ada karena bentuk geomorfologi DAS, serta tentu karena ada kerusakan pada daerah tangkapan air atau DTA," ujarnya.

Ketiga, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyinggung soal kondisi deforestasi hutan  atau hilangnya tutupan hutan secara permanen atau berkurangnya luas hutan akibat penebangan pohon, baik yang disengaja maupun tidak.

Menurut dia pada 2025, deforestasi Indonesia hingga September menurun sebesar 49.700 hektare, dibandingkan tahun 2024. 

Jika dipersentasekan, menurun 23,01 persen.

Penurunan deforestasi tersebut juga teridentifikasi pada tiga provinsi terdampak banjir. 

"Di Aceh menurun sebesar 10,04 persen. Di Sumut menurun sampai 13,98 persen, dan di Sumbar turun 14 persen jika dibandingkan dengan 2024," ungkap Raja Juli. 

Deforestasi di Aceh pada tahun 2025 seluas 10.100 hektare.

Sementara, deforestasi pada tahun 2024 seluas 11.228 hektare.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved