Minggu, 10 Mei 2026

Respons PKB, PAN Hingga PDIP Soal Usulan Koalisi Permanen yang Disampaikan Bahlil

Parpol menanggapi usulan pembentukan Koalisi Permanen yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahil Lahadalia.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Tribunnews/Fersianus Waku
WAKIL KETUM PKB - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid. Ia menanggapi usulan pembentukan Koalisi Permanen yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahil Lahadalia. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, mengajukan wacana pembentukan Koalisi Permanen antarpartai politik.
  • PKB (Jazilul Fawaid) menilai wacana tersebut tidak tepat waktunya karena fokus utama bangsa saat ini adalah penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera.
  • PAN (Viva Yoga Mauladi) menyambut baik usulan Golkar.
 
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah partai politik (parpol) menanggapi usulan pembentukan Koalisi Permanen yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahil Lahadalia.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid, meminta seluruh partai politik dan elemen bangsa memprioritaskan penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera dibanding membahas wacana koalisi permanen. 

Pria yang akrab disapa Gus Jazil itu menilai, penyampaian wacana tersebut kurang tepat dari sisi momentum, mengingat saat ini perhatian utama negara adalah penyelamatan warga dan pemulihan wilayah terdampak bencana. 

"Kami menghargai dinamika politik, tetapi melihat situasi hari ini, baiknya semua pihak fokus dulu pada upaya penanganan bencana di Sumatera. Hampir seribu warga meninggal dunia, ratusan masih hilang, dan puluhan ribu orang kehilangan rumah dan hidup di pengungsian. Rasanya kurang pas jika kita meributkan soal keberlanjutan kekuasaan dan koalisi permanen,” kata Gus Jazil kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).

“Dalam situasi nasional yang sangat berat ini, seharusnya seluruh kekuatan politik bersatu membantu rakyat, bukan justru memperdebatkan koalisi permanen atau tidak permanen," imbuhnya.

Gus Jazil menilai, kondisi koalisi partai pendukung pemerintah saat ini tidak menghadapi persoalan berarti.

Dia menyebut tidak ada partai politik yang keluar dari koridor kebijakan Presiden Prabowo. 

"Jika ada persoalan, itu hanya soal komunikasi dan bisa diselesaikan bersama. Jadi kalau kemudian ada reaksi berlebihan hingga menariknya ke isu komitmen koalisi terhadap pemerintahan, menurut kami itu terlalu jauh,” ucapnya.

PKB, kata Gus Jazil, menilai seluruh sumber daya nasional harus diarahkan untuk menuntaskan masa tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi wilayah bencana di Sumatera. Selain pemulihan, PKB mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi. 

"BMKG menyampaikan cuaca ekstrem masih akan terjadi dalam waktu dekat. Semua pihak harus siaga dan mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologis besar seperti yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ucap Ketua Fraksi PKB DPR RI ini.

PAN Sambut Baik Usulan Bahlil

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) memiliki kesamaan pandangan terkait wacana pembentukan koalisi permanen.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menilai, wacana pembentukan koalisi permanen sebagai upaya meletakkan fondasi sistem presidensial Indonesia.

Menurutnya, wacana pembentukan koalisi permanen bisa diatur lewat revisi UU Pemilu.

"Jika koalisi permanen menjadi keputusan politik seluruh partai, maka harus masuk di pasal di UU Pemilu. Jika itu terjadi, PAN satu pemikiran dengan Golkar," kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi, Sabtu (6/12/2025).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved