Program Makan Bergizi Gratis
Cak Imin: Jangan Sekali-kali MBG Gunakan Bahan Impor
SPPG harus meninggalkan ketergantungan pada bahan baku impor dalam makan bergizi gratis (MBG)
Ringkasan Berita:
- Muhaimin Iskandar meminta seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus sepenuhnya menggunakan bahan pangan lokal.
- Muhaimin meminta agar dapur-dapur SPPG mampu menggerakkan masyarakat sekitar agar lebih produktif.
- SPPG bukan hanya program pemberian makanan bergizi gratis (MBG), tetapi juga instrumen penggerak ekonomi rakyat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meminta seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus sepenuhnya menggunakan bahan pangan lokal.
Menurutnya, SPPG harus meninggalkan ketergantungan pada bahan baku impor dalam makan bergizi gratis (MBG)
"Inilah yang menjadi dorongan kita agar seluruh dapur-dapur MBG di seluruh tanah air, yang pertama gunakan produktivitas komunitas di sekitar SPPG-nya. Jangan sekali-kali menggunakan produksi MBG menggunakan bahan impor," kata Cak Imin pada acara Penghargaan Inspiradaya SPPG di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: Di Hadapan Prabowo yang Hadiri HUT ke-61 Partai Golkar, Bahlil Lahadalia Puji MBG: Ini Program Mulia
Dapur-dapur SPPG, kata Cak Imin, harus mampu menggerakkan masyarakat sekitar agar lebih produktif.
Cak Imin mengungkapkan selama ini masih banyak SPPG yang menggunakan tepung yang berasal dari impor.
"Masih banyak yang menggunakan tepung, mereka nggak tahu tepung itu impor. Karbohidrat bisa diciptakan dari produktivitas lokal masing-masing," tuturnya.
Ia mencontohkan beberapa daerah yang sudah berhasil mengoptimalkan bahan pangan lokal.
"Alhamdulillah tadi Papua menggunakan produktif, sagu. Maluku dari singkong, bahkan kebutuhan susu diganti dengan inovasi makanan pengganti," ujarnya.
Cak Imin menekankan bahwa SPPG bukan hanya program pemberian makanan bergizi gratis (MBG), tetapi juga instrumen penggerak ekonomi rakyat.
Dirinya meminta seluruh SPPG segera meninggalkan bahan baku impor dan sepenuhnya beralih ke produksi lokal.
Baca juga: Mulai Januari 2026, BGN Gelontorkan Dana Rp 900 Miliar per Hari untuk MBG
"Kalau hari ini belum melaksanakan itu, tolong. Dua puluh ini menjadi contoh. Kalau setahun ini dianggap penyesuaian, oke. Tapi ke depan dilarang sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pun bahan impor dalam produksi makanan bergizi gratis," katanya.
Ia menambahkan bahwa arahan ini merupakan instruksi langsung Presiden agar program MBG membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di lingkungan SPPG.
"SPPG atau makanan bergizi gratis itu bukan sekadar memberikan gizi kepada anak-anak dan siswa kita, tapi menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Itu yang paling penting," pungkas Cak Imin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Muhaimin-Iskandar-MBG-SPPB.jpg)