Buku Sejarah Indonesia 2025, dari Java Man hingga Reformasi
Tantangan ke depan adalah memastikan buku ini dapat diakses dan dimanfaatkan oleh generasi muda yang cara belajarnya
Menurut Amelia, tantangan ke depan adalah memastikan buku ini dapat diakses dan dimanfaatkan oleh generasi muda yang cara belajarnya semakin melampaui ruang kelas konvensional.
“Generasi Z banyak belajar sejarah dari luar teks, terutama melalui media digital. Ini tantangan besar sekaligus peluang bagi sejarah publik,” tambahnya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan bahwa penerbitan buku ini merupakan bagian dari rangkaian menuju 80 tahun Indonesia merdeka.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan berencana melanjutkan penulisan buku-buku sejarah tematik lainnya, termasuk sejarah kerajaan-kerajaan besar dan berbagai fase penting perjuangan bangsa Indonesia.
Fadli juga menegaskan bahwa buku Sejarah Indonesia ini bukan kepentingan politik, melainkan untuk kepentingan bangsa ke depannya.
“Dan ini untuk merawat kolektif, saya kira pro dan kontra itu biasa dalam demokrasi kita,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fadlizonkebud1.jpg)