Selasa, 9 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Polemik Aceh Minta Bantuan PBB, Mualem Bantah Kirim Surat, Jubir Pemerintah Aceh Klarifikasi

Langkah Pemerintah Provinsi Aceh mengirim surat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuai polemik. Mualem membantah.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Salma Fenty
Serambinews.com/Rianza Alfandi
TERIMA BANTUAN ASING - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dalam rapat bersama menteri, Minggu (7/12/2025) malam, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menegaskan pihaknya terbuka menerima bantuan dari asing untuk mempercepat penanganan banjir bandang di wilayahnya. 

“Ada salah pemahaman, (surat) itu untuk lembaga yang ada di Indonesia, bukan untuk PBB. Tapi yang terbangun seakan-akan gubernur kirim surat ke PBB,” jelasnya.

“Bukan untuk PBB, tapi untuk lembaga-lembaga yang ada di Indonesia,” lanjutnya.

“Gubernur berharap mereka untuk turun membantu pemerintah dari pusat untuk masalah penanganan bencana. Itu hal biasa, normatif,” pungkasnya.

Baca juga: Kala Prabowo Tolak Bantuan Asing, Gubernur Mualem Dapat Donasi Rp777 Juta dari Bos Minyak Malaysia

Komentar DPR

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam setiap kerja sama internasional, termasuk dalam penanganan bencana.

Hal ini disampaikan Dave setelah Pemprov Aceh menyurati 2 lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF untuk ikut terlibat dalam penanganan pascabencana banjir longsor di Aceh.

Dave mengatakan, dirinya memahami langkah Pemprov Aceh tersebut sebagai bentuk inisiatif untuk mempercepat dukungan bagi masyarakat terdampak bencana. 

Apalagi, UNDP dan UNICEF memiliki mandat kemanusiaan serta pengalaman panjang dalam membantu wilayah-wilayah yang mengalami bencana.

Namun, Dave menegaskan bahwa kerja sama internasional tetap harus dilakukan dalam koordinasi pemerintah pusat.

"Namun, penting ditegaskan bahwa setiap upaya kerja sama internasional tetap harus berada dalam kerangka koordinasi pemerintah pusat agar tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan maupun kesalahpahaman diplomatik," kata Dave kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).

Dave menegaskan, masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan longsor harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan bencana. 

Komisi I DPR RI, kata dia, menekankan agar seluruh upaya penanganan dan pemulihan diarahkan untuk memastikan kehidupan warga dapat kembali berjalan secara normal, aman, dan berkelanjutan.

Dave menambahkan, Komisi I DPR RI berkomitmen mendukung langkah-langkah tersebut melalui fungsi pengawasan dan diplomasi.

"Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, pusat, dan mitra internasional, kami percaya masyarakat Aceh dapat segera bangkit kembali dan menjalani kehidupan yang lebih layak," imbuh Dave.

Kabar mengenai permintaan bantuan PBB tersebut sebelumnya disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA pada Minggu (14/12/2025).

"Secara khusus Pemerintah Aceh resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF," kata Muhammad dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Kompas.com. 

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved