Program Makan Bergizi Gratis
Mengintip Perjalanan Ompreng MBG: Dari Dapur Dini Hari dan Kepulan Asap Hingga ke Meja Sekolah
Melalui rapat dan briefing bersama guru, sekolah juga menerapkan sistem piket yang melibatkan guru serta siswa. Hanya mereka yang piket bisa ambil MBG
“Seru, karena ikut jaga antrean bareng guru,” katanya.
Dukungan juga datang dari para guru. Bu Rani, guru IPA, mengatakan meski harus hadir lebih pagi untuk piket MBG, hal itu tidak menjadi beban. Justru sebaliknya, kehadiran guru memastikan distribusi makanan berlangsung aman dan tertib.
“Kami mendukung program ini. Anak-anak yang gizinya baik akan lebih sehat dan semangat belajar,” tuturnya.
Baca juga: Tak Hanya Berakhir di Tempat Sampah, Limbah MBG Disulap Jadi Pakan Ternak dan Pupuk
Lebih dari sekadar pembagian makanan, program MBG di SMP Negeri 1 Tamansari menunjukkan bagaimana kolaborasi dapur, sekolah, guru, dan siswa bisa membentuk ekosistem sederhana namun bermakna.
Dari dapur yang bekerja sejak dini hari hingga siswa yang antre dengan tertib, MBG menjadi cerita tentang kepedulian, disiplin, dan harapan akan generasi yang tumbuh lebih sehat dan siap belajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BGN-dan-MBG-di-Bogor.jpg)