Banjir Bandang di Sumatera
Pemulihan Pascabanjir Sumatera Diyakini Berjalan Optimal, PKB: Negara Hadir dan Rakyat Tak Sendiri
Penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diyakini akan berjalan optimal.
Ringkasan Berita:
- Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto meyakini penanganan pascabanjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan berjalan optimal berkat kehadiran negara yang cepat.
- Menurutnya, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi faktor strategis dalam memastikan penanganan bencana berlangsung tegas, terarah, dan memberi rasa aman.
- BNPB mencatat hingga 18 Desember 2025, korban meninggal akibat banjir dan longsor mencapai 1.068 orang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diyakini akan berjalan optimal.
Kehadiran negara secara cepat dan menyeluruh di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti bahwa korban bencana tidak dibiarkan menghadapi musibah sendirian.
Optimisme itu disampaikan Bendahara Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bambang Susanto.
Menurut dia, kuatnya kepemimpinan nasional serta solidnya kerja sama lintas elemen bangsa menjadi modal utama dalam proses pemulihan pascabencana.
Selain itu, Bambang menilai Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai bencana, sehingga keyakinan kolektif menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Indonesia adalah bangsa besar yang sudah berkali-kali diuji oleh bencana. Kita selalu mampu bangkit. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang kuat, dengan kerja pemerintah yang solid serta dukungan masyarakat luas, kami yakin pemulihan pascabanjir di Sumatera akan berjalan baik dan berkelanjutan,” kata Bambang dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).
Bambang menegaskan, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki peran strategis dalam memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, terarah, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Dalam situasi krisis seperti bencana, bangsa ini membutuhkan kepemimpinan yang tegas, kuat, dan memberi rasa aman. Kami melihat itu ada pada Presiden Prabowo. Negara hadir secara nyata, bergerak cepat, dan memastikan rakyat tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta masyarakat luas merupakan wujud solidaritas kebangsaan yang harus dijaga.
"Yang paling penting adalah masyarakat terdampak benar-benar merasakan kehadiran negara. Bantuan darurat, pendampingan sosial, hingga pemulihan ekonomi dan infrastruktur harus berjalan beriringan,” ujar Bambang.
Dia menilai, sinergi yang telah terbangun antara pemerintah dan masyarakat, didukung oleh semangat gotong royong dan kedisiplinan bersama, menjadi fondasi kuat bagi percepatan pemulihan yang tepat sasaran.
“Kita optimistis. Dengan kebersamaan, disiplin, dan kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia tidak hanya mampu pulih dari bencana ini, tetapi juga semakin tangguh menghadapi tantangan di masa depan,” tandasnya.
Adapun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga Kamis (18/12/2025), jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.068 orang, sementara 190 orang masih dinyatakan hilang.
Baca juga: 27 Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masih Tetapkan Status Tanggap Darurat
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bencana tersebut juga menyebabkan 537.185 jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bambang-susanto-di-dpp-pkb.jpg)