Banjir Bandang di Sumatera
Prabowo Baru Kunjungi Wilayah Terdampak Bencana Sumatra, Aktivis Virdian Aurellio: Itu Bare Minimum
Virdian Aurellio mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar berkantor di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Ringkasan Berita:
- Aktivis muda Virdian Aurellio mendesak agar Presiden RI Prabowo Subianto bersedia berkantor di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
- Prabowo memang baru beberapa kali melakukan kunjungan ke Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pasca-bencana.
- Virdian mengapresiasinya, tetapi juga menilai bahwa kunjungan itu masih sangat standar alias hanya mencapai bare minimum.
TRIBUNNEWS.COM - Aktivis muda Virdian Aurellio mendesak agar Presiden RI Prabowo Subianto bersedia berkantor di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh telah memasuki lebih dari satu bulan, korban jiwa sudah menembus lebih dari 1.100 orang.
Selama lebih dari empat pekan berlalu setelah bencana, sejauh ini di Sumatra, sudah tiga kali Prabowo mengunjungi wilayah terdampak, sebagaimana dihimpun dari siaran pers di laman presidenri.go.id:
- Pada 1 Desember 2025, Prabowo tiba di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara.
Setelahnya, ia mengunjungi posko pengungsian di Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, lalu meninjau posko pengungsian di Desa Bambel Baru, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, serta meninjau posko kesehatan dan posko pengungsian di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara. - Pada 12 Desember 2025, Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Kemudian, ia mengunjungi dua posko pengungsian di Provinsi Aceh, yakni Masjid Besar Al Abrar, Kabupaten Aceh Tengah dan SMPN 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah di hari yang sama.
Selanjutnya, Prabowo tiba dengan helikopter di Lapangan Sepak Bola Bima Patra Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang dan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di kabupaten tersebut.
Pada 13 Desember 2025, Prabowo meninjau posko pengungsian di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara. - Pada 17 Desember 2025, Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Lalu, keesokan harinya atau pada 18 Desember 2025, Prabowo mengunjungi Posko Pengungsi yang berlokasi di SD Negeri 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.
Meski Prabowo sudah meninjau wilayah terdampak bencana di Sumatra, Virdian mengaku mengapresiasinya tetapi juga menilai, hal tersebut masih sangat standar alias hanya mencapai bare minimum.
Menurutnya, Prabowo belum mencerminkan upaya yang maksimal atau habis-habisan dalam penanganan bencana.
"Saya apresiasi, presiden mau turun, tapi itu masalahnya masih bare minimum. Itu memang harus dilakukan. Ini belum menjadi semacam gebrakan yang all out tadi," kata Virdian, dalam program Adisty On Point yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Selasa (30/12/2025).
Selanjutnya, Virdian menyebut, seorang presiden harus bergerak cepat, sebab ada dugaan bahwa realita di wilayah terdampak bencana sangat berbeda dari saat Prabowo berkunjung.
Ada lokasi yang listriknya menyala saat Prabowo berkunjung, tetapi kembali mati setelah Prabowo pulang.
Begitu juga dengan tenda, kata Virdian, ada yang baru dibangun hanya menjelang kunjungan Prabowo.
Hal-hal ini sudah terekam dalam video yang diabadikan Virdian.
Baca juga: Curhat Bupati Aceh Utara, Keluhkan Prabowo-Gibran Tak Kunjungi Wilayahnya Pascabencana
Kata Virdian, penanganan bencana seperti ini hanya berbasis 'Asal Bapak Senang', sebuah cerminan budaya birokrasi di Indonesia di mana bawahan hanya bekerja demi menyenangkan atasan.
"Oleh karenanya kemarin ketika di Aceh saya sempat bikin satu video. Videonya di depan tenda BNPB dan satu lagi video di tempat yang desa yang memang lampunya full mati," tutur konten kreator muda sekaligus Ketua BEM Universitas Padjadjaran (UNPAD) 2022 tersebut.
"Saya mengatakan bahwa inilah pentingnya presiden harus gerak cepat di republik ini."
"Karena di republik ini orang-orangnya masih feodal. 'Asal Bapak senang.' Warga mengatakan bahwa tenda BNPB baru dibangun sehari dua hari sebelum Prabowo datang. Jumlahnya pun enggak banyak."
"Di titik mereka dua minggu tidur kedinginan dengan nyamuk berpotensi malaria, DBD dan lain sebagainya gitu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-di-agam-aa.jpg)