Banjir Bandang di Sumatera
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Naik Perahu Karet Susuri Sungai Tamiang
Sejumlah anggota Satgas yang tampak antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita selaku Komandan Satgas Kuala.
Rapat itu kemudian menetapkan pembagian tugas Satgas Kuala ke dalam dua gugus tugas utama: Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala (pembersihan).
"Dalam rapat disepakati bahwa pergeseran kapal dan peralatan akan dilaksanakan secara bertahap hingga minggu kedua Januari 2026, dengan muara Sungai Tamiang sebagai titik kumpul utama," kata Rico.
"Selanjutnya, awal pelaksanaan tugas Satgas Kuala direncanakan dimulai pada awal Februari 2026, seiring dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berjalan," lanjutnya.
Ia menjelaskan untuk mendukung kelancaran operasi, dukungan logistik disiapkan oleh Kementerian Pertahanan, termasuk pemanfaatan fasilitas pendukung yang diperlukan seperti speed boat dan hovercraft.
Gugus Tugas Normalisasi, kata dia, juga akan dilengkapi dengan peralatan penjernih air guna membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara.
Aspek pendukung lain yang juga menjadi perhatian antara lain pengurusan administrasi lingkungan yang dikoordinasikan oleh Mabes TNI.
Selain itu juga penyelenggaraan perawatan kesehatan mandiri bagi personel Satgas Kuala selama pelaksanaan tugas di lapangan.
"Kendali operasi Satgas Kuala akan dilaksanakan dari Kapal Markas Kementerian Pertahanan yang dikawal oleh KRI, dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah kabupaten serta instansi terkait lainnya," kata Rico.
"Setiap gugus tugas juga diwajibkan menyusun rencana kegiatan pelaksanaan secara rinci, sesuai tugas dan fungsi masing-masing," ungkap dia.
Satgas Kuala, kata dia, akan melibatkan sekitar 200 personel.
Satgas itu dipimpin oleh Wakil Panglima TNI sebagai Komandan Satgas.
Beberapa unsur profesional turut dilibatkan, termasuk Jhonlin Group sebagai bagian dari Satgas Kuala.
"Pembentukan dan pelaksanaan Satgas Kuala diharapkan tidak hanya berfokus pada normalisasi sungai dan muara," kata Rico.
"Tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pemulihan dan penguatan perekonomian masyarakat, khususnya bagi warga yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas sungai dan kawasan pesisir Muara Tamiang," pungkasnya.
Kerusakan DAS Sungai Tamiang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/msoeddin-bersama-sejumlah-anggota-Satuan-T.jpg)