Banjir Bandang di Sumatera
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Naik Perahu Karet Susuri Sungai Tamiang
Sejumlah anggota Satgas yang tampak antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita selaku Komandan Satgas Kuala.
Dilansir dari Serambinews.com, berdasarkan data Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Krueng Aceh, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh Tamiang sudah mencapai 110.830 hektare pada tahun 2025.
Kerusakan itu terbagi dalam tiga kategori: sangat kritis 4.892 hektare, kritis 7.118 hektare, dan agak kritis 98.820 hektare.
Selain itu, BPDAS juga menyebut hamparan DAS yang berpotensi kritis mencapai 58.423 hektare, sedangkan lahan tidak kritis hanya tersedia 42.623 hektare.
"Kalau bicara DAS, tentunya yang terbayang ancaman banjir. Karena memang dampak banjir-banjir terdahulu, DAS kita banyak yang abrasi," kata Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Syurya Luthfi pada Minggu (25/5/2025) dikutip dari Serambinews.com.
Kondisi DAS Dinilai Punya Andil Atas Bencana
Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) sempat menyoroti kondisi di sekitar DAS Tamiang.
Dilansir dari Serambinews.com, mereka juga sangat prihatin atas perambahan hutan di Aceh Tamiang yang dilakukan sejak lama dan terang-terangan.
Direktur Eksekutif LembAHtari Sayed Zainal memandang perambahan hutan di Aceh Tamiang menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang sangat parah.
"Coba lihat sekarang pesisir kita, persis di pinggir muara yang merupakan kawasan hutan sudah dijadikan kebun kelapa sawit. Ini sungguh luar biasa parahnya," kata Sayed Zainal, Senin (22/12/2025).
Belum lagi, lanjut dia, daerah aliran sungai (DAS) yang juga sudah tidak alami karena dijadikan perkebunan kelapa sawit.
Padahal, dari total luas DAS seluas 459.800 hektare umumnya berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
"Kondisi hutan Aceh Tamiang kritis, data terakhir 2018 hutan Aceh Tamiang hanya tersisa 46 ribu hektare," kata dia.
Di sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memandang bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu turut disebabkan kondisi wilayah DAS besar yang hulu-nya berada di bentang hutan Bukit Barisan.
Berdasarkan data yang diungkap WALHI di laman resminya pada 2 Desember 2025, di Aceh terdapat 20 DAS kritis.
Sejak 2016 sampai 2022, WALHI mencatat, 43 persen dari DAS Krueng Trumon yang memiliki luas 53.824 Ha mengalami kehilangan tutupan hutan, di mana saat ini tersisa 30.568 Ha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/msoeddin-bersama-sejumlah-anggota-Satuan-T.jpg)