Kamis, 18 Juni 2026

Wacana Pilkada Melalui DPRD

Kritik Terhadap Wacana Pilkada Melalui DPRD, Alasan Biaya Mahal Dinilai Terlalu Mengada-ada

Biaya mahal jadi alasan kenapa sejumlah pihak mendorong wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih DPRD. Alasan itu disebut mengada-ada. 

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI PILKADA - Biaya mahal jadi alasan kenapa sejumlah pihak mendorong wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih DPRD. Alasan biaya mahal dan marak kecurangan dalam pilkada juga disebut mengada-ada.  

Ringkasan Berita:
  • Biaya mahal jadi alasan kenapa sejumlah pihak mendorong wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih DPRD
  • Alasan biaya mahal dan marak kecurangan dalam pilkada juga disebut mengada-ada
  • Sebab jika alasannya  demikian, maka permasalahannya harus diselesaikan oleh internal  partai politik, bukan justru mengubah sistem pemilihan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Biaya mahal jadi alasan kenapa sejumlah pihak mendorong wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih DPRD.

Padahal, perihal anggaran merupakan rancangan yang direncanakan dan dibahas panjang lebar oleh pemerintah, DPR, dan penyelenggara pemilihan.

Baca juga: Pilkada Lewat DPRD Didukung Parpol Pendukung Prabowo, Dikhawatirkan Jadi Agenda Elite Semata

“Mahal atau murahnya anggaran pilkada ya sangat tergantung pada bagaimana rancangan anggaran dibahas dan diputuskan,” kata Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus kepada Tribunnews.com, Selasa (6/1/2026).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin adalah satu di antara beberapa pihak yang menggunakan alasan biaya mahal sebagai landasan dukungan terhadap pilkada lewat DPRD.

Baca juga: Politik Uang Disebut Tetap Terjadi Meski Pilkada Lewat DPRD 

Lucius pun menduga ihwal pernyataan itu sebenarnya merupakan keluhan Cak Imin atas biaya yang dikeluarkan calon kepala daerah dalam kontestasi pemilihan.

“Atau Muhaimin sedang mengeluh soal biaya yang digunakan calon-calon kepala daerah? Kalau iya, ya itu urusan parpol dan calon lah,” tuturnya.

Sehingga usulan ini dirasa memuat proyek partai politik.

“Jadi jelas bahwa usulan pilkada tidak langsung ini merupakan proyek politik partai politik,” tegasnya.

Alasan biaya mahal dan marak kecurangan dalam pilkada juga disebut mengada-ada. 

Sebab jika alasannya  demikian, maka permasalahannya harus diselesaikan oleh internal  partai politik, bukan justru mengubah sistem pemilihan.

“Jadi jelas bahwa alasan Muhaimin mendukung pilkada oleh DPRD dengan menjadikan faktor biaya mahal dan kecurangan adalah sebuah usulan yang mengada-ada. Masalah ada di mereka (partai dan calon) kok,  kenapa sistem pilkada langsung oleh rakyat yang harus diubah,” pungkasnya.

Baca juga: Siti Zuhro Usul Mekanisme Pilkada Asimetris di Tengah Wacana Pemilihan Tidak Langsung

Parpol yang mendukung dan Menolak Pilkada Melalui DPRD

Beberapa partai menyatakan dukungan terbuka terhadap usulan pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Partai Gerindra menjadi salah satu pendukung utama dengan alasan efisiensi anggaran dan upaya menekan praktik politik uang dalam pilkada langsung.

Partai Golkar juga menyatakan sejalan dengan gagasan tersebut sebagai bagian dari evaluasi sistem demokrasi elektoral.

Sementara PKB menyebut wacana itu bukan hal baru dan telah lama menjadi bahan diskusi internal partai.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved