Kamis, 21 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Pelanggaran yang Dilakukan 28 Perusahan Sehingga Izinnya Dicabut Presiden

Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 Perusahan Pasca bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tayang:
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Satgas PKH di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, (20/1/2026). 

"Serta 6 perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK)," katanya.

Adapun daftar 28 perusahan yang dicabut izinnya tersebut yakni:

22 Perusahan Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PPBH)

Aceh – 3 Unit

1.    PT. Aceh Nusa Indrapuri
2.    PT. Rimba Timur Sentosa
3.    PT. Rimba Wawasan Permai

Sumatra Barat – 6 Unit

1.    PT. Minas Pagai Lumber
2.    PT. Biomass Andalan Energi
3.    PT. Bukit Raya Mudisa
4.    PT. Dhara Silva Lestari
5.    PT. Sukses Jaya Wood
6.    PT. Salaki Summa Sejahtera

Sumatra Utara –13 Unit

1.    PT. Anugerah Rimba Makmur
2.    PT. Barumun Raya Padang Langkat
3.    PT. Gunung Raya Utama Timber
4.    PT. Hutan Barumun Perkasa
5.    PT. Multi Sibolga Timber
6.    PT. Panei Lika Sejahtera
7.    PT. Putra Lika Perkasa
8.    PT. Sinar Belantara Indah
9.    PT. Sumatera Riang Lestari
10.    PT. Sumatera Sylva Lestari
11.    PT. Tanaman Industri Lestari Simalungun
12.    PT. Teluk Nauli
13.    PT. Toba Pulp Lestari Tbk.

Daftar 6 Badan Usaha Non Kehutanan

Aceh – 2 Unit

1.    PT. Ika Bina Agro Wisesa
2.    CV. Rimba Jaya

Sumatra Utara – 2 Unit

1.    PT. Agincourt Resources
2.    PT. North Sumatra Hydro Energy

Sumatra Barat – 2 Unit
1.    PT. Perkebunan Pelalu Raya
2.    PT. Inang Sari

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved