Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Noe Letto Bantah Berada di Bawah Bahlil dan Gibran
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto membantah bahwa dia sudah masuk ke dalam sistem pemerintahan.
Ketika ada yang menudingnya sudah masuk ke sistem kekuasaan, Noe mengklaim dia sebenarnya masih di luar sistem pemerintahan.
Dia membagi sistem menjadi tiga, yakni bangsa, negara, dan pemerintah. Menurut dia, bangsa Indonesia umurnya sudah ratusan tahun menghasilkan banyak entitas seperti negara. Kemudian, di dalam negara terdapat pemerintah.
“Kalau kita ngomong pemerintahnya, di situlah terjadi bargain politics,” katanya.
“Negara itu concern-nya beda. Negara inginnya Indonesia berjalan terus sehingga dia harus punya sistem feedback agar pemerintah bisa memperbaiki.”
Noe mengaku sudah lama memberikan berbagai feedback atau masukan melalui forum Maiyah. Masukan itu berasal dari sudut pandang negara dan rakyat.
“Jadi, posisinya Maiyah itu, yang kita lakukan selama ini, adalah mencoba di luar sistem pemerintahan, tapi masih di dalam negara karena kita masih ngomong cinta Indonesia," ucapnya.
“Jadi kalau ada yang khawatir bahwa saya bisa ditekan oleh politik, saya bisa ditekan oleh jabatan, yang kita lakukan sama kok, bedanya cuma ini ada sebuah kebutuhan tertentu," kata dia.
Baca juga: Menhan Sjafrie Lantik Anak Hotman Paris dan Vokalis Letto jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
Profil Noe Letto
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto lahir di Yogyakarta pada tanggal 10 Juni 1979 sebagai putra Cak Nun dan Neneng Suryaningsih.
Dia juga menjadi anak sambung aktris sekaligus penyanyi senior Novia Kolopaking yang merawatnya sejak kecil dan menjalin hubungan dekat hingga dewasa.
Masa kecil Noe sempat dihabiskan di Lampung sebelum kembali ke Yogyakarta. Sejak duduk di bangku SMP, dia mulai bersentuhan dengan musik melalui kaset Queen yang diberikan pamannya.
Setelah menamatkan SMA di Yogyakarta, Noe melanjutkan studi ke Universitas Alberta di Kanada, sebuah perguruan tinggi bergengsi yang masuk jajaran elite top 5 nasional dan peringkat 100–150 global.
Reputasi kampus tersebut sangat kuat, terutama di bidang riset dan inovasi, sehingga menjadi tempat yang menantang sekaligus prestisius bagi Noe untuk menempuh dua jurusan sekaligus: matematika dan fisika.
Krisis moneter membuatnya harus bekerja paruh waktu untuk bertahan hidup, tetapi ia berhasil menyelesaikan studi dengan gemilang.
Pada tahun 2003 Noe resmi meraih gelar Bachelor of Science di kedua bidang tersebut.
Noe menikah dengan Fauzia Fajar Putri Khaeruddin (Uci) pada 19 Februari 2009 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak, dan hubungan keluarga mereka berjalan harmonis hingga kini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sabrang-Mowo-Damar-Panuluh-atau-Noe-Letto.jpg)