Selasa, 2 Juni 2026

Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Noe Letto Bantah Berada di Bawah Bahlil dan Gibran

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto membantah bahwa dia sudah masuk ke dalam sistem pemerintahan.

Tayang:
Penulis: Febri Prasetyo
Tribunnews.com/Tangkapan layar YouTube Noe Letto
TENAGA AHLI DPN - Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto buka suara setelah setelah dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (TA DPN) pada hari Kamis, (15/1/2026), di Jakarta. 

Sepulang dari Kanada, Noe aktif di studio KiaiKanjeng, belajar mixing, mastering, dan menulis musik.

Pada tahun 2005, bersama Ari, Dedy, dan Patub, ia membentuk band Letto dan merilis album debut Truth, Cry, and Lie yang meraih double platinum—penghargaan industri musik atas penjualan album dalam jumlah besar.

Dua tahun kemudian, pada 2007, Letto kembali mengukuhkan posisinya lewat album Don’t Make Me Sad.

Pada medio 2000-an Noe dikenal luas sebagai vokalis Letto dengan lagu-lagu hits seperti “Ruang Rindu”, “Sebelum Cahaya”, dan “Sandaran Hati”. Lagu-lagu tersebut melekat dalam ingatan publik dan menjadikan Letto salah satu band berpengaruh pada masanya.

Memasuki 2008, Noe mendirikan Pic[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman. Dari rumah produksi ini lahir sejumlah film, antara lain Minggu Pagi di Victoria Park (2010), RAYYA, Cahaya di Atas Cahaya (2011), dan Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015).

(Tribunnews/Febri/Abdul Qodir)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved