Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Noe Letto Bantah Berada di Bawah Bahlil dan Gibran
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto membantah bahwa dia sudah masuk ke dalam sistem pemerintahan.
Sepulang dari Kanada, Noe aktif di studio KiaiKanjeng, belajar mixing, mastering, dan menulis musik.
Pada tahun 2005, bersama Ari, Dedy, dan Patub, ia membentuk band Letto dan merilis album debut Truth, Cry, and Lie yang meraih double platinum—penghargaan industri musik atas penjualan album dalam jumlah besar.
Dua tahun kemudian, pada 2007, Letto kembali mengukuhkan posisinya lewat album Don’t Make Me Sad.
Pada medio 2000-an Noe dikenal luas sebagai vokalis Letto dengan lagu-lagu hits seperti “Ruang Rindu”, “Sebelum Cahaya”, dan “Sandaran Hati”. Lagu-lagu tersebut melekat dalam ingatan publik dan menjadikan Letto salah satu band berpengaruh pada masanya.
Memasuki 2008, Noe mendirikan Pic[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman. Dari rumah produksi ini lahir sejumlah film, antara lain Minggu Pagi di Victoria Park (2010), RAYYA, Cahaya di Atas Cahaya (2011), dan Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015).
(Tribunnews/Febri/Abdul Qodir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sabrang-Mowo-Damar-Panuluh-atau-Noe-Letto.jpg)