Berry Sidabutar: RAC DPC Sudah Mulai, Saatnya Ketua DPC Maju Calon Ketua Umum Peradi RBA
Saat ini tinggal dua calon, dari yang awalnya empat bakal calon, yang akan berebut kursi Peradi RBA-1, salah satunya Halomoan Sianturi itu.
"Namun peran strategisnya dalam profesi justru terlihat ketika ia mendirikan DPC Peradi RBA Jaksel pada 2018. Bukan sekadar ditunjuk sebagai ketua, Halomoan adalah pendirinya. Ia membangun struktur dari nol, mengonsolidasikan anggota, dan menjalankan roda organisasi hingga cukup kuat untuk melanjutkan ke periode kedua pada 2022-2026," papar Berry.
Kekuatan Halomoan, kata Berry, bukan pada sorotan publik, melainkan pada kemampuan menjaga struktur agar tetap 'hidup' dan mempunyai jiwa pejuang.
"Di saat banyak calon datang membawa slogan, Halomoan membawa bukti: organisasi bisa tumbuh jika diurus dengan disiplin administratif dan kepemimpinan yang bisa diakses oleh semua anggotanya serta transparan baik di bidang keuangan maupun dalam mengambil kebijakan,' terang Berry.
Perpaduan Etos Korporasi dan Solidaritas Profesi
Identitas Halomoan, kata Berry, bisa dibaca sebagai persilangan antara profesional korporat dan organisatoris sejati.
"Dari pengalaman panjangnya di sektor keuangan, ia membawa budaya tertib administrasi, dokumentasi yang rapi, dan manajemen risiko dalam setiap keputusan," bebernya.
Dari dunia organisasi, lanjut Berry, Halomoan menyerap pentingnya solidaritas bahwa organisasi tidak bisa hidup hanya dengan ketegasan aturan, tetapi juga dengan kehangatan komunikasi," ungkapnya.
Dalam konteks kepemimpinan Peradi RBA, kata Berry, dua kekuatan itu menjadi formulasi menarik. "Di satu sisi, organisasi advokat membutuhkan modernisasi birokrasi. Di sisi lain, ia tetap harus dekat dengan kebutuhan anggota. Halomoan berdiri di tengah persilangan keduanya,' terangnya.
Dari Akar Rumput ke Pusat Pengambilan Keputusan
Dengan pengalaman membangun struktur organisasi dari bawah atau akar rumput (grass roots) dan rekam jejak panjang di dunia hukum dan keuangan, Halomoan Sianturi, kata Berry, kini hadir sebagai salah satu bakal calon Ketum Peradi RBA yang menawarkan arah berbeda: menguatkan fondasi sebelum membangun menara.
"Di saat sebagian kandidat datang dengan janji perubahan dari atas, Halomoan menawarkan perubahan dari bawah, dari struktur, disiplin, dan keteraturan," ulasnya.
Namun, kata Berry, keputusan akhir bukan ada di tangan satu orang, melainkan seluruh anggota Peradi RBA, dalam hal ini pemilik suara dalam munas.
"Masa depan Peradi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mencalonkan diri, tetapi juga oleh siapa yang menggunakan hak pilihnya. Halomoan akan mendistribusikan kewenangan untuk bertindak kepada DPC-DPC dan akan transparan dalam memimpin, termasuk dalam permasalahan keuangan organisasi dan dalam pengambilan kebijakan DPN," tandas Berry.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perhimpunan-Advokat-Indonesia-Rumah-Bersama-Advokat-Peradi-RBA-munas.jpg)