Selasa, 19 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Kapolri Jenderal Sigit Targetkan Pembangunan 1.500 SPPG Polri Tahun Ini

Polri resmikan SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan, targetkan 1.500 unit tahun ini untuk mendukung gizi dan kemandirian pangan nasional

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Reynas Abdila
SPPG POLRI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Peresmian SPPG Polri dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. (HO) 
Ringkasan Berita:
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan di Jakarta Barat, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto 
  • Program ini menargetkan 1.500 SPPG pada 2026, menyediakan gizi bagi jutaan warga dan menyerap ribuan tenaga kerja, termasuk di wilayah 3T dan Papua 
  • Setiap SPPG menerapkan standar food safety dan kemandirian pangan melalui fasilitas modern, lahan produksi, tambak, kandang, dan sistem hidroponik serta bioflok.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

SPPG Polri diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Kapolri melaporkan kepada Presiden bahwa Polri saat ini telah memiliki 1.179 SPPG.

Jumlah tersebut terdiri dari 411 SPPG yang telah beroperasi, 162 SPPG dalam tahap persiapan operasional, 499 SPPG dalam tahap pembangunan yang ditargetkan selesai pada Maret 2026, serta 107 SPPG dalam tahap groundbreaking.

Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, program ini diproyeksikan mampu memberi manfaat kepada 2.947.500 orang dan menyerap 58.950 tenaga kerja.

Dari total tersebut, sebanyak 33 SPPG dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Baca juga: Resmikan SPPG Polri dan Gudang Ketahanan Pangan, Prabowo Tegaskan Komitmen Pemenuhan Gizi Nasional

Khusus di Papua, Polri tengah melaksanakan survei bersama Badan Gizi Nasional untuk menentukan titik pembangunan SPPG di Provinsi Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.

Kapolri menegaskan, langkah ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung pemerataan akses layanan pemenuhan gizi hingga ke daerah terpencil agar manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa.

"Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia tahun ini," ungkapnya.

Jenderal Sigit meminta arahan Presiden apabila target tersebut harus disesuaikan.

Dalam aspek kualitas, Polri memprioritaskan standarisasi mutu, higienitas, dan keamanan pangan. 


Tercatat 201 SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, 119 SPPG memiliki Sertifikat Halal, serta 147 SPPG memiliki Sertifikat Uji Laboratorium Air.

Untuk menunjang standar tersebut, setiap SPPG dilengkapi filter air dan water heater untuk pengelolaan air, biotank untuk pengelolaan limbah, serta rak putar UV dan steamer food tray guna menjaga kebersihan dan kualitas penyajian.

Seluruh SPPG juga menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat melalui penggunaan test kit sebagai quality control untuk memastikan bahan pangan aman dan layak konsumsi.

Guna menjamin ketersediaan alat uji tersebut, Polri mengembangkan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen food safety kit dengan kapasitas awal 400 unit per bulan. 

Dalam jangka menengah, ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan 1.500 SPPG Polri, dan dalam jangka panjang diproyeksikan mendukung hingga 33.000 SPPG secara nasional.

Baca juga: Saat Prabowo Cek Dapur SPPG Polri

Untuk mendukung operasional, Polri telah merekrut 596 Bintara Kompetensi Khusus, termasuk 97 Bakomsus Gizi dan Kesehatan Masyarakat yang bertugas membantu penerapan food security serta pengendalian mutu di SPPG.

Dalam memperkuat rantai pasok bahan baku, sejumlah SPPG juga mengembangkan kemandirian pangan. SPPG Polda Metro Jaya, misalnya, memanfaatkan lahan seluas 49 hektar yang dilengkapi tambak berisi 102.000 ekor ikan bandeng, nila, dan mujair serta 600.000 ekor udang. 

Selain itu terdapat kandang ayam berisi 1.000 ekor dan kandang kambing berisi 100 ekor yang terintegrasi dalam siklus pakan berkelanjutan.

SPPG tersebut juga mengembangkan tanaman hidroponik dan sistem bioflok sebagai penopang ketersediaan bahan baku. 

Sementara itu, SPPG Polda DIY memiliki pabrik pakan ayam, kandang ayam, greenhouse, serta gudang sentral untuk mendukung penyimpanan dan distribusi bahan baku.

Ke depan, seluruh SPPG Polri akan didukung ekosistem rantai pasok terintegrasi guna menjamin ketersediaan pasokan berkelanjutan, menjaga stabilitas harga dan kualitas bahan baku, serta mewujudkan kemandirian pangan nasional.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved