Kamis, 9 April 2026

Ray Rangkuti Nilai Peran Oposisi di Rezim Prabowo Kian Meredup

Padahal, oposisi merupakan elemen krusial dalam demokrasi untuk mencegah lahirnya kekuasaan yang otoriter.

Penulis: Reza Deni
Tribunnews.com/Reza Deni
BARISAN OPOSISI - Acara pegiat demokrasi bertajuk Barisan Oposisi Indonesia (BOI) yang digelar oleh sejumlah pakar. Beberapa yang terpantau di lokasi di antaranya Pengamat Politik Ray Rangkuti, Peneliti Formappi Lucius Karus, Akademisi UNJ Ubedillah Badrun, Pakar Hukum Universitas Indonesia Sulistyowati Irianto, Guru Besar Ilmu Politik Ikrar Nusa Bhakti, Aktivis 1998 Alif Iman Nurlambang, Pakar Ekonomi Anthony Budiawan, hingga Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, Jumat (13/2/2026)/Tribunnews.com Reza Deni 

Sjafrie menegaskan bahwa bagi Presiden Prabowo, istilah oposisi sebenarnya tidak relevan dalam konteks membangun bangsa. 

Menurutnya, ketegangan yang selama ini muncul ke permukaan lebih disebabkan oleh hambatan komunikasi.

Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menangkap sinyal positif dari para tokoh pengkritik yang kini mulai melunak dan sepakat untuk fokus pada kepentingan yang lebih besar.

"Intinya ini masalah komunikasi. Yang saya tahu, para tokoh nasional tersebut menyatakan bahwa sekaranglah waktunya untuk fokus pada kedaulatan rakyat," lanjutnya.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved