Konflik Palestina Vs Israel
Rapat Perdana BoP Segera Digelar, Guru Besar UI: Jangan Sampai Prabowo Senyum ke Netanyahu, Bahaya
Guru besar UI mewanti-wanti Presiden Prabowo jangan sampai tersenyum dan peluk-pelukan dengan Netanyahu saat rapat perdana Board of Peace.
Jika tidak, negara yang bergabung tetap bisa menjadi anggota selama tiga tahun.
Guru Besar UI: Solusi Dua Negara Tak Akan Terwujud usai Israel Gabung BoP
Setelah bergabungnya Israel dalam BoP itu, Kemlu menegaskan partisipasi Indonesia dalam organisasi bentukan Trump tersebut akan mengusahakan terwujudnya solusi dua negara.
Selain itu, Juru Bicara (Jubir) Kemlu Yvonne Mewengkang, mengatakan Indonesia akan mendorong keterlibatan otoritas Palestina dalam BoP.
Prabowo memutuskan untuk bergabung dengan BoP juga karena alasan untuk menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional, seperti solusi dua negara penyelesaian konflik Palestina-Israel itu.
Namun, menurut Hikmahanto, solusi dua negara itu tidak akan terwujud selama Israel bergabung BoP. Sementara, Palestina sebagai pihak yang berkonflik justru tidak dilibatkan di dalamnya.
"Dengan masuknya Israel, maka ini di BoP, kalau kita bicara Gaza, itu tidak akan ada imbangan. Karena apa? Israel ada, tapi Palestina tidak ada. Walaupun Palestina ada di dalam komite di bawah gitu ya, tapi di dalam sini tidak ada," ungkapnya, Kamis (12/2/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Terlebih lagi, kata Hikmahanto, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan bahwa Israel yang disebutnya sebagai penguasa Gaza, tidak akan membiarkan Palestina merdeka di atas tanah Gaza.
"Nah, ini kan artinya apa? Two state solution tidak akan terjadi. Kalau misalnya kita masuk dalam BoP, kemudian kita menjadi kuda trojan, keluar dan kemudian kita coba pengaruhi Trump, enggak akan terjadi.
"Karena Trump lebih percaya pada Netanyahu daripada misalnya negara-negara Islam, bahkan Indonesia," papar Hikmahanto.
(Tribunnews.com/Rifqah)