Sabtu, 2 Mei 2026

Demo di Jakarta

Laporan KPF: Ada Massa Bayaran di Kerusuhan Agustus 2025

Komisi Pencari Fakta (KPF) bentukan Koalisi Masyarskat Sipil mengungkapkan ada massa bayaran dalam aksi berujung kerusuhan, pada Agustus 2025.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
KERUSUHAN AGUSTUS 2025 - Acara Rilis Laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) Agustus 2025 terkait Demonstrasi, Kerusuhan, penjarahan, dan Perburuan Aktivis Terbesar Sejak Reformasi 1998, di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • KPF ungkap keberadaan massa bayaran dipimpin organisasi Bison pada kerusuhan Agustus 2025.
  • Ratusan massa dimobilisasi bertahap dari berbagai daerah menuju Jakarta membawa molotov.
  • Dana jutaan rupiah digelontorkan untuk galang massa cegah aksi mahasiswa anarkis.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pencari Fakta (KPF) bentukan Koalisi Masyarskat Sipil mengungkapkan ada massa bayaran dalam aksi berujung kerusuhan, pada Agustus 2025.

Hal ini disampaikan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur, dalam Rilis Laporan Komisi Pencari Fakta Agustus 2025 terkait Demonstrasi, Kerusuhan, penjarahan, dan Perburuan Aktivis Terbesar Sejak Reformasi 1998, di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).

Isnur mengatakan, massa bayaran itu dipimpin oleh organisasi bernama Bison.

"Kami juga menemukan, apakah ada masa bayaran? Ya, ada pengakuan massa bayaran yang ini dipimpin oleh organisasi namanya yang dipimpin oleh organisasi, namanya Bison," kata Isnur, Rabu.

"Nah, Bison ini mengakui, mengorganisir massa yang bisa digunakan untuk tim hore kalau di televisi," tambahnya.

Isnur melanjutkan, dalam penelusuran independen KPF, organisasi Bison mengakui bahwa mereka didorong dan dibayar untuk mencegah atau menjegal aksi unjuk rasa mahasiswa.

"Dan mereka mengklaim bahwa mereka ada afiliator dari sebuah menegah di Indonesia," jelasnya.

Dalam laporannya, Komisi Pencari Fakta menemukan indikasi kuat keberadaan massa suruhan dalam demonstrasi 28 Agustus 2025. 

Massa ini diduga berasal dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Cimahi.

Kelompok massa bayaran datang ke Jakarta secara bertahap pada 28 Agustus 2025. Pada tahap awal, sekitar 10 orang berangkat dari Cimahi dengan membawa sekitar 160 botol bom molotov, petasan, kembang api, dan alat lainnya. 

Kelompok awal ini kemudian menjemput massa tambahan di Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Jumlah massa yang terkumpul meningkat hingga sekitar 600 orang sebelum tiba di Jakarta.

"Sejumlah BAP kepolisian menunjukkan keterkaitan aktor dalam mobilisasi massa bayaran tersebut," demikian dikutip dari dokumen laporan KPF. 

Baca juga: 3 Terdakwa Penghasutan Demo Ricuh Jadi Tahanan Kota, Delpedro Marhaen Akan Selesaikan Tesis

Selanjutnya, Koordinator Nasional Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison), Ginka Febriyanti Br Ginting, mengakui telah memerintahkan Sekretaris Nasional Bison, Ahmad Rifaldi, untuk menggalang 70 massa aksi untuk demonstrasi pada 28 Agustus 2025.

Ia menyerahkan dana sebesar Rp9.300.000 kepada Bendahara BISON, Ebyn Atsil Majid.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved