Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Zulhas Pastikan PAN Dukung Presiden Prabowo soal Sikap Geopolitik Global

Meski demikian, diakui Zulhas, usaha untuk menghadirkan perdamaian di Palestina memang tidak mudah. 

Penulis: Reza Deni
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Reza Deni
SIKAP GEOPOLITIK: Ketua Umum PAN yang juga Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan keterangan saat menghadiri buka bersama di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Zulhas percaya seluruh sikap politik yang diambil pemerintah sesuai amanat UUD 1945 dalam rangka menjaga ketertiban dunia
  • Termasuk mendukung langkah Presiden Prabowo yang mengajukan diri sebagai mediator antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat
  • Sikap Prabowo berkait geopolitik global, dinilai Zulhas, Indonesia sudah berjalan dalam koridor yang tepat

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mendukung penuh sikap yang diambil Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi situasi geopolitik dalam hari-hari belakangan ini, terlebih soal memanasnya konflik Iran Vs Amerikan Serikat dan Israel.

Zulhas percaya dengan seluruh sikap politik yang diambil pemerintah sesuai amanat UUD 1945 dalam rangka menjaga ketertiban dunia.

"Kami mendukung penuh langkah Pak Prabowo untuk ikut sebagaimana perintah undang-undang dasar ikut menjaga ketertiban dunia. Prinsipnya kita lebih bagus ikut (Board of Peace), ikut dalam penentuan ketimbang kita cuma di luar enggak bisa berbuat apa-apa," kata Zulhas di DPP PAN, Jakarta Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Cak Imin Nilai Prabowo Punya Kapasitas Jadi Penengah Konflik Iran dengan Israel-AS

Zulhas mengakui usaha untuk menghadirkan perdamaian di Palestina memang tidak mudah. 

"Oleh karena itu ada suatu usaha untuk menyetop apa yang dilakukan oleh Israel di Gaza, ya kan? Usaha. Tentu tidak mudah juga tapi usaha harus ada, kalau enggak masa kita marah-marah saja," kata dia.

Lebih lanjut, Zulhas juga mendukung langkah Presiden Prabowo yang mengajukan diri sebagai mediator antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat

Ia bahkan menyebut upaya mediasi dari Indonesia itu telah mendapat apresiasi dari Pakistan. Karenanya, Zulhas menilai Indonesia sudah berjalan dalam koridor yang tepat.

"Bapak Presiden mencoba ya, bahkan sudah dapat dukungan dari Pakistan untuk mencoba menengahi, menjembatani. Mencoba, walaupun mungkin peluangnya, tapi kita mencoba sesuatu," pungkasnya.

Diketahui, Krisis yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini setelah koalisi Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran semakin menguatkan desakan kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. 

Pasalnya AS yang menginisiasi BoP justru membuat gejolak di kawasan Timur Tengah sehingga terjadi perang. 

Namun pemerintah masih menilai BoP menjadi saluran untuk mewujudkan perdamaian di Palestina sebagaimana tujuan awal keikutsertaan Indonesia.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nusron Wahid mengatakan bahwa Presiden Prabowo menilai BoP masih relevan untuk mewujudkan perdamaian Palestina yang sudah lama tidak terwujud.

Hal itu pula yang disampaikan Prabowo saat bertemu para ulama, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, (5/3/2026). 

"Posisi pak presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BOP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," kata Nusron.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved