Iran Vs Amerika Memanas
Hadapi Dampak Perang AS–Israel vs Iran, GP Ansor Ajak Bangsa Perkuat Persatuan
GP Ansor ingatkan dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu mengedepankan persatuan dan menghindari polarisasi
Ringkasan Berita:
- Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
- GP Ansor ingatkan dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, Indonesia perlu mengedepankan persatuan dan menghindari polarisasi.
- Ada dua hal yang perlu dijaga mengatasi dampak perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yaitu ketahanan energi dan ketahanan pangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menilai bahwa konflik ini memiliki implikasi luas terhadap rantai pasok energi global, stabilitas ekonomi yang dapat mempengaruhi kondisi nasional.
Dirinya mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengundang para mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, pimpinan ormas Islam, serta berbagai tokoh nasional.
Pertemuan ini untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik global serta dampaknya bagi Indonesia.
"Langkah Presiden Prabowo yang merangkul para tokoh bangsa merupakan teladan penting bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan nasional di atas segala perbedaan," ujar Addin dalam keterangannya, Sabtu (7/10/2026).
Baca juga: Jokowi Bocorkan Dua Isu Besar yang Dibahas Bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka
Dirinya mengingatkan bahwa dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, bangsa Indonesia perlu mengedepankan persatuan dan menghindari polarisasi yang dapat melemahkan kekuatan nasional.
Pertemuan tersebut, kata Addin, menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi kebangsaan lintas generasi kepemimpinan untuk merumuskan langkah terbaik bagi bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Addin menekankan ada dua hal yang perlu dijaga mengatasi dampak perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yaitu ketahanan energi dan ketahanan pangan.
"Anak muda harus mengambil peran penting dalam menjaga kedua ketahanan tersebut. GP Ansor siap membantu pemerintah dalam hal ini," katanya.
Baca juga: Perang Iran Vs AS-Israel, Indonesia Nyatakan KTT D-8 Tetap Jalan Sesuai Jadwal
Addin juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menyikapi berbagai informasi terkait konflik internasional serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa.
"Perbedaan pandangan politik di dalam negeri tidak boleh menggerus persatuan bangsa. Dalam situasi global yang penuh gejolak, kekuatan terbesar Indonesia adalah persatuan nasional," katanya.
Dengan semangat persatuan, GP Ansor optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah ulama pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis malam, (6/3/2026).
Pertemuan berlangsung selama kurang lebih 4 jam mulai pukul 19.30 WIB hingga tengah malam. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 158 tokoh dari 86 organisasi Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Membaca-Peta-Kekuatan-di-Balik-Perang-AS-Israel-vs-Iran_20260304_212820.jpg)