Demo di Jakarta
Khariq dan Topi Jerami: Fans One Piece yang Dituduh Jadi Pemantik Rusuh Demo Agustus 2025
Siapa bisa menyangka di era kiwari seseorang yang hanya menikmati sebuah budaya populer, tiba-tiba didakwa jadi pemantik kerusuhan demonstrasi.
Ringkasan Berita:
- Khariq Anwar, admin Instagram Blok Politik Pelajar, menjadi salah satu dari empat terdakwa Demo Agustus 2025 yang divonis bebas di PN Jakarta Pusat pada Jumat (6/3/2026).
- Dalam sidang, Khariq hadir dengan atribut topi jerami ala karakter manga One Piece, yang belakangan menjadi simbol perlawanan dalam demonstrasi global, termasuk di Indonesia.
- Atribut seperti topi jerami dan bendera Jolly Roger kerap digunakan oleh generasi muda, khususnya Gen Z, sebagai simbol protes di jalanan.
TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Siapa bisa menyangka, seseorang yang hanya menikmati sebuah budaya populer, tiba-tiba didakwa jadi pemantik kerusuhan demonstrasi.
Namun, itu fakta yang dirasakan oleh admin Instagram Blok Politik Pelajar, Khariq Anwar. Ia merupakan satu dari 4 terdakwa Demo Agustus 2025 yang sudah divonis bebas pada Jumat (6/3/2026).
Sidang vonis berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).
Bagi sejumlah pihak, pasti tidak asing saat melihat topi jerami yang digunakan Khariq Anhar saat memasuki Ruang Sidang Kusuma Atmaja 4 jelang vonis.
Topi jerami dengan kain merah yang melingkarinya itu merupakan milik karakter fiksi dari manga (komik) buatan mangaka Jepang, Eiichiro Oda, One Piece.
Komik ini belakangan dipandang sebagai simbol perlawanan dan kebebasan, sehingga atribut seperti topi jerami dan bendera Jolly Roger kerap digunakan dalam berbagai ekspresi budaya dan demonstrasi
Biasanya, topi jerami dan bendera Jolly Roger yang ikonik dengan gambar tengkorak dan tulang bersilang pada latar hitam turut jadi atribut demonstrasi di jalan.
Di ruang sidang, Khariq dengan lantang mengatakan ihwal dirinya ditangkap oleh aparat hanya, salah satunya, menjadi admin grup media sosial One Piece.
"Jadi teman-teman, masyarakat sekalian, bahwa saya ditangkap karena sebagai admin grup One Piece," kata Khariq.
"Jadi ketika anak muda waktu itu menerbangkan bendera, nah itu dikaitkan dengan demo Agustus," sambungnya.
Namun kini fakta persidangan telah menunjukkan, Khariq tidak berkaitan sama sekali seperti yang dituduh, yakni jadi penghasut demo yang berujung rusuh.
"Dari fakta persidangan, (kami) sama sekali tidak ada hubungannya. Kami fans One Piece, itu hanyalah subkultur dari anak muda hari ini," pungkas Khariq.
Vonis bebas
Sidang vonis Khariq dan tiga terdakwa lainnya berlangsung kurang lebih satu setengah jam.
Ruangan itu dipenuhi pengunjung sidang yang hadir untuk mendukung kebebasan para terdakwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fans-one-piece-skld.jpg)