Mudik Lebaran 2026
Polri Siapkan 317.000 Personel Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Korlantas Polri menyiapkan 317.000 personel untuk mengamankan arus mudik dan arus balik pada momen Lebaran 2026.
"Arus balik juga ada prediksi kita ada dua gelombang, tanggal 24 dan 25 (Maret). Tanggal 28 dan 29 (Maret),” tambah Faizal.
Siapkan Pos Pengamanan
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Polri juga menyiapkan ribuan pos pengamanan yang akan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Secara total terdapat 2.756 pos yang akan dioperasikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Pos tersebut terdiri dari 784 pos pelayanan, 1.629 pos pengamanan, serta 343 pos terpadu.
Menurut Faizal, pos terpadu akan menjadi pusat layanan utama karena melibatkan berbagai instansi dalam satu lokasi.
“Pos terpadu ini tentunya gabungan seluruh stakeholder yang di mana pos ini semua lengkap, baik dari kementerian, kemudian dinas kesehatan, dari bengkel lengkap sehingga pos ini betul-betul bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
143 Juta Orang Diprediksi Akan Mudik
Sementara itu, Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi ratusan juta masyarakat di Indonesia akan melakukan perjalanan mudik lebaran IdulFitri tahun 2026 ini.
Berdasarkan survei internal pihaknya, setidaknya 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di tahun ini.
Angka tersebut kata Dudy, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data pergerakan masyarakat pada momen IdulFitri tahun 2025 lalu yang mencapai 154,6 juta orang.
Baca juga: Pastikan Mudik Lancar, Pimpinan Komisi VI DPR Minta Pertamina Hingga Pelni Siaga Penuh
"Pada survei tahun ini, jumlah masyarakat yang akan melakukan pergerakan sebesar 143,9 juta. Kalau dihadapkan dengan survei memang ada penurunan sebesar 1,75 persen (dibanding tahun lalu)," kata Dudy saat jumpa media di Jakarta, Jumat (6/3/2026) malam.
Meski demikian, Dudy menyebut kalau angka itu hanya sebatas survei, kemungkinan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik masih sangat besar terjadi.
Hal itu juga kata dia, sudah diantisipasi oleh pemerintah bersama dengan stakeholder terkait dalam menjamin keamanan apabila terjadi lonjakan jumlah pemudik.
"Namun kami sebagaimana pengalaman sebelumnya bahwa ada lonjakan antara survei dan realisasi, maka kami harus mengantisipasi apabila ternyata timbul lonjakan dengan angka yang berbeda dari survei tersebut. Dari angka tersebut memang sebagian besar masyarakat kita akan melaksanakan atau merayakan Idul Fitri di kampung halamannya," kata dia.
(Tribunnews.com/Gilang P, Rizki Sandi Saputra)