Sabtu, 2 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Dorong Transparansi Pengelolaan Anggaran Program Pemenuhan Gizi Nasional

BGN bersama Kementerian Keuangan meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
TRANSPARANSI PENGELOLAAN ANGGARAN - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional mendorong seluruh personel SPPG untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan. 

- Data keuangan lebih akurat dan transparan

- Meningkatkan kesiapan SPPG dalam menghadapi pemeriksaan audit dari Inspektorat Utama, BPKP, maupun BPK

Peluncuran sistem pembelajaran dan aplikasi ini sejalan dengan tema kegiatan, yaitu “Gizi Terpenuhi, Akuntabilitas Teruji: Strategi Penguatan Tata Kelola Keuangan SPPG.”

Melalui momentum ini, pemerintah mendorong seluruh personel SPPG untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan.

“Manfaatkan fasilitas ini dengan sungguh-sungguh. Tingkatkan kompetensi Anda. Jangan jadikan laporan keuangan sebagai beban, tetapi sebagai tameng pelindung dalam bekerja. Dengan laporan yang benar, integritas terjaga dan keberlanjutan gizi anak-anak Indonesia dapat terjamin,” pesan Kepala Badan Gizi Nasional.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan atas kolaborasi dalam penguatan sistem tata kelola keuangan program pemenuhan gizi nasional.

Dengan sistem pelaporan yang lebih modern, transparan, dan mudah diakses, pemerintah berharap pengelolaan anggaran program pemenuhan gizi dapat semakin akuntabel serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan masa depan generasi Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak 2025, dengan tujuan utama menurunkan angka stunting dan malnutrisi sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. Program ini menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca juga: Riset Sebut MBG Perkuat Semangat Belajar Siswa, Kemendikdasmen: Sarana Pembelajaran Karakter

Tujuan Utama Program MBG

  • Mengurangi stunting dan malnutrisi yang masih tinggi di Indonesia.
  • Meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan anak-anak mendapat asupan gizi cukup sehingga lebih fokus belajar.
  • Mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui agar generasi berikutnya lahir lebih sehat.
  • Membangun SDM unggul sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.

Sasaran Program

  • Anak sekolah dasar dan menengah → mendapatkan makanan bergizi setiap hari.
  • Balita → dukungan gizi untuk tumbuh kembang optimal.
  • Ibu hamil dan menyusui → tambahan nutrisi untuk kesehatan ibu dan bayi.

Dampak Ekonomi

  • Rp 8 miliar per desa per tahun beredar melalui dana makan bergizi, sehingga memperkuat ekonomi lokal.
  • Dana yang sebelumnya tersentralisasi di Jakarta kini dialirkan ke daerah, mendukung UMKM dan petani lokal sebagai penyedia bahan pangan.

Implementasi

  • Diluncurkan resmi pada 6 Januari 2025.
  • 93 persen anggaran gizi nasional 2026 dialokasikan khusus untuk MBG.
  • Distribusi dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah, yang juga diwajibkan aktif melakukan edukasi gizi lewat media sosial.
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved