Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Anggota DPR Singgung Tekanan Balas Budi Pemodal
Rentetan OTT KPK yang menjerat sejumlah kepala daerah belakangan ini berakar dari besarnya tekanan politik dan finansial pasca-pemilu.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Theresia Felisiani
Tribunnews/Jeprima
BARANG BUKTI OTT - Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang dalam konferensi pers penetapan dan penahanan tersangka pasca operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Cilacap di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). KPK menetapkan dan menahan dua tersangka dalam OTT tersebut yakni Bupati Cilacap periode 2025-030 Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono dalam kasus pemerasan terhadap perangkat daerah untuk THR pribadi dan eksternal Forkopimda dengan mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp610 juta. Rentetan OTT KPK yang menjerat sejumlah kepala daerah belakangan ini berakar dari besarnya tekanan politik dan finansial pasca-pemilu. Tribunnews/Jeprima
Mereka di antaranya Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, dan Bupati Bekasi Ade Kuswara.
Selain itu, terdapat pula nama Bupati Pati Sudewo, Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari, serta Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KPK-Tunjukkan-Barang-Bukti-Hasil-OTT-Bupati-Cilacap_20260314_220729.jpg)