Program Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN: Program MBG Setop Sementara Saat Libur Lebaran, Hemat Rp 5 Triliun
Penghentian sementara program makan bergizi gratis, bisa menghemat anggaran pemerintah dalam jumlah besar.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan, selama libur Lebaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menghemat anggaran capai Rp5 Triliun.
Selain menyesuaikan masa libur, kebijakan ini bisa turut berkontribusi pada efisiensi anggaran negara.
Pasalnya, program MBG untuk anak sekolah tidak beroperasi sementara sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Sementara untuk ibu hamil, menyusui serta balita tidak beroperasi mulai hari ini 17 Maret hingga 30 Maret 2026.
Penghentian sementara program tersebut, bisa menghemat anggaran pemerintah dalam jumlah besar.
Baca juga: Program MBG Disorot, Pakar Sebut Kasus Keracunan Siswa Jadi Alarm Kesehatan
"Tentu saja menghemat, kurang lebih sekitar Rp5 triliun ya," kata Dadan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Nantinya program MBG ini akan kembali beroperasi pada 31 Maret 2026, mendatang.
Menurut Dadan, pihaknya tentu siap saja jika efisiensi anggaran dilakukan pada program tersebut terlebih potensi krisis ekonomi global imbas perang di Timur Tengah.
Meski tidak ada arahan langsung dari Presiden Prabowo terkait pemangkasan anggaran program MBG, Dadan menegaskan, BGN tetap berinisiatif melakukan efisiensi penggunaan anggaran.
"Kami sedang melakukan juga hitungan-hitungan agar kami bisa ikut berkontribusi di dalam menyikapi krisis yang ada. Kami memiliki sense of crisis untuk memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien," tutur dia.
Saat ini, BGN memiliki pagu anggaran sebesar Rp268 triliun dengan dana cadangan sekitar Rp67 triliun.
Pihaknya berupaya memaksimalkan penggunaan pagu anggaran utama tanpa mengandalkan dana cadangan tersebut.
Dalam rilis BGN sebelumnya dinyatakan bahwa setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapatkan alokasi anggaran rata-rata Rp 500 juta per hari.
Skema ini jadi bagian pola baru penyaluran dana BGN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kepala-BGN-Dadan-Hindayana-321.jpg)