Jumat, 1 Mei 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Komnas HAM: Pemulihan Luka Bakar Andrie Yunus Butuh Waktu 2 Tahun

Komnas HAM mengungkap pemulihan luka bakar yang dialami Andrie Yunus diperkirakan akan berlangsung hingga dua tahun ke depan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
ANDRIE YUNUS - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah bersama dua Komisioner Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi dan Saurlin P Siagian, usai melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) terkait perkembangan kondisi Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras, di RSCM, Jakarta, Kamis (26/3/2026). 

Selain itu, Yoga Nara mengatakan, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah kembali pada area bawah sklera mata kanan.

"Selama perawatan dalam tiga hari terakhir, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen, yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya," kata Yoga.

Berdasarkan evaluasi tersebut, lanjutnya, tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan mata Andrie Yunus.

Adapun pada hari Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, Yoga mengatakan, Andrie Yunus menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di kamar operasi Kencana. 

Pada tindakan ini, jelasnya, tim mata melakukan pemindahan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung mata. 

"Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal," jelasnya.

Selama tindakan berlangsung, Yoga menuturkan, juga ditemukan adanya penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan, yang terjadi sebagai dampak dari proses inflamasi yang masih berlangsung. 

Sehingga, katanya, untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan.

"Kondisi pasien secara umum masih dalam pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin, dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan," tuturnya.

Ia mengatakan, RSCM berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," ucapnya.

4 Prajurit TNI

Saat ini ada empat prajurit TNI diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.

Keempat prajurit TNI tersangka kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Seluruh tersangka diketahui bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI. Saat ini, mereka telah ditahan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Belakangan Letjen Yudi Abdimantyo mundur dari jabatannya sebagai Kepala BAIS buntut keterlibatan empat anggotanya dalam kasus tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved