Konflik Iran Vs Israel
Malaysia Sudah Pangkas Kuota Subsidi BBM Buntut Konflik Iran vs AS, Indonesia Perlu?
Malaysia kini sudah membuat kebijakan pemangkasan kuota BBM subsidi buntut konflik di Timur Tengah. Apakah Indonesia perlu melakukan hal serupa?
Selain perubahan anggaran belanja, Bhima mengusulkan agar pemerintah bisa membuat kebijakan pengurangan konsumsi BBM lewat subsidi dan menggratiskan transportasi publik.
Adapun kebijakan ini pernah dilakukan pemerintah Spanyol pada tahun 2022.
Dikutip dari Euronews, kebijakan tersebut dibuat pemerintah Spanyol karena kala itu masyarakat mengalami krisis dalam biaya hidup.
Selanjutnya, Bhima juga meminta pemerintah untuk mempercepat transisi energi terbarukan demi menghadapi krisis BBM buntut konflik di Timur Tengah.
"Porsi energi fosilnya harus turun. Ini momentum untuk gantikan fosil dengan energi yang lebih tahan guncangan," katanya.
Bahlil Sebut Pemerintah Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga BBM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan melakukan pembatasan pembelian BBM layaknya sepert di Malaysia.
Dia menegasakan pemerintah kini terus berupaya untuk menjaga pasokan dan stablitasi harag BBM di tengah konflik Timur Tengah.
Ia menjamin bahwa pemerintah belum mau menerapkan pembatasan kuota atau hingga memangkas subsidi BBM.
"Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan (harga) untuk (BBM) subsidi. Masih tetap sama," ujar Bahlil di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil agar tetap terlindungi.
Baca juga: Pertamina: Tidak Ada Kenaikan Harga BBM di Indonesia, Jangan Panic Buying!
Bahlil mengatakan keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepentingan rakyat.
"Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami, bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati, dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita yang tidak memiliki kemampuan," ucapnya.
Bahlil menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, termasuk potensi konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan.
Evaluasi kebijakan, sambungnya, akan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan global yang terus mengalami perubahan.
"Dinamika ini kan kita akan ikuti. Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan. Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear," kata Bahlil.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)