Plt Kalemdiklat Akui Pendidikan di Lingkungan Polri Masih Hadapi Banyak Kendala, Apa Saja?
Plt Kalemdiklat Polri, Irjen Pol Andi Rian, mengakui sistem pendidikan di lingkungan Polri masih menghadapi berbagai kendala.
Andi Rian juga mengakui kurikulum pendidikan Polri belum sepenuhnya mengadopsi pendekatan berbasis hasil (outcome-based education).
"Kurikulum kita belum menerapkan outcome-based education. Kurikulum tidak boleh sekadar menyusun mata kuliah, tetapi harus menggunakan backward design, berangkat dari profil lulusan yang diharapkan," ujarnya.
Di sisi lain, persoalan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Dari ribuan personel pengajar, masih banyak yang belum memiliki sertifikasi.
"Dari 5.362 personel pendidik kami, masih terdapat 2.244 yang belum tersertifikasi. Dan dari 3.780 gadik, pelatih, pengasuh, terdapat 2.226 personel yang belum tersertifikasi pengasuhan," ujarnya.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Andi Rian menegaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah pembenahan, termasuk transformasi sistem pendidikan Polri secara menyeluruh.
"Untuk mengatasi hambatan tersebut, kami menetapkan lima upaya konkret pembenahan sistem pendidikan, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok minimum, perubahan standar kompetensi pendidik, pembenahan kurikulum, hingga peningkatan kerja sama," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kemdiklat-Polri-Andi-Rian-RDP-DPR.jpg)