Selasa, 14 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

Kondisi Terkini Pasca-Gempa Maluku Utara dan Bitung: Kaca Kantor PU Pecah, Jalan Longsor

Gempa bumi berkekuatan 7,6 Magnitudo di Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo menyebabkan bangunan kantor hancur dan jalan longsor.

|
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
GEMPA DI MALUT - Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo (tengah) di acara diskusi media di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).  

Di beberapa kawasan, masyarakat terlihat bergerak menuju area perbukitan dan dataran tinggi untuk menghindari risiko gelombang laut.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada pukul 05.48.16 WIB dengan lokasi di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur. Pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 62 kilometer.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Peringatan ini disertai estimasi waktu kedatangan gelombang di sejumlah daerah terdampak.

Sejumlah wilayah ditetapkan dalam status Siaga, yakni: Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan dan Minahasa Utara bagian selatan.

Sementara itu, beberapa wilayah lainnya berada dalam status Waspada, meliputi kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, Bolaang Mongondow bagian selatan.

Status Peringatan Tsunami Dihentikan

BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami setelah gempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Meski status tsunami telah dicabut, BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah serta puluhan gempa susulan yang masih berlangsung.

"Peringatan dini tsunami pascagempa M7,6 di perairan Malut dinyatakan berakhir," tulis keterangan BMKG pada akun X @infoBMKG pada Kamis (2/4/2026) pukul 10.04 WIB.

Gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di Laut Maluku.

“Hasil pemantauan BMKG, terjadi kenaikan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah, di antaranya Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0.30 m, Bitung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m,” ujarnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved