Senin, 20 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

BKSAP DPR Ingatkan Posisi Indonesia Harus Konsisten Non-Blok di Konflik Iran vs AS

BKSAP DPR RI mengingatkan agar Indonesia harus terus tegas berposisi sebagai negara non-blok di tengah konflik Iran vs AS.

Warta Kota/Yulianto
KONFLIK AS VS IRAN - Bendara Indonesia. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mengingatkan agar Indonesia harus terus tegas berposisi sebagai negara non-blok di tengah konflik Iran vs AS dan Israel, Rabu (8/4/2026). 

“Kita berharap pertemuan bilateral ini juga secepatnya bisa membuka Selat Hormuz agar kapal minyak Indonesia ini bisa segera melewati Selat Hormuz tersebut,” katanya.

Jusuf Kalla: Iran Agak Anggap Indonesia Berpihak AS

Sementara itu Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) menilai sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk berperan sebagai penengah dalam konflik global, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat

Tetapi, peran tersebut saat ini dinilai sulit diwujudkan karena tantangan kepercayaan dan posisi politik luar negeri Indonesia yang harus tetap netral. 

JK menyebut, Iran saat ini tidak menaruh kepercayaan kepada RI karena melihat posisi Indonesia condong di pihak AS, menyusul berbagai kesepakatan yang dibuat, termasuk keikutsertaan dalam Board of Piece bersama Israel, yang notabene merupakan inisiasi Presiden AS Donald Trump. 

Hal ini disampaikan JK dalam Kuliah Umum bertajuk Peran dan Tantangan Civil Society dalam Humanitarian Activities, di Auditorium Juwoni Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026).

KONFLIK IRAN ISRAEL - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) dalam Kuliah Umum bertajuk Peran dan Tantangan Civil Society dalam Humanitarian Activities, di Auditorium Juwoni Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026)
KONFLIK IRAN ISRAEL - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) dalam Kuliah Umum bertajuk Peran dan Tantangan Civil Society dalam Humanitarian Activities, di Auditorium Juwoni Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026) (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

"Jadi ini tadi ya, apakah ada konflik di dunia ini Indonesia dapat berperan? Dapat saja, pasti. Asalkan kita mempunyai kepercayaan dari mereka. Sekarang ini seperti Iran dia tidak terlalu percaya kita, dianggapnya kita terlalu berpihak ke Amerika," kata JK.

Ia menekankan bahwa posisi nonblok yang selama ini dipegang Indonesia harus dijaga secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan. Kepercayaan posisi netral tersebut harus dimiliki oleh negara yang mengajukan diri sebagai penengah konflik.  

"Jadi kita bisa punya selama hubungan diplomatik kita yang baik dan kita tetap berada di posisi katakanlah kita berposisi non-blok. Berada sebagai non-blok. Kita tidak boleh berpihak ke salah satu lain. Ini apa? Iran mengira kita berpihak Amerika, akhirnya dia tidak respek sehingga kita tidak bisa menyelesaikan," ucap dia.

Sementara dalam konteks peran organisasi internasional, JK menyoroti keterbatasan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menyelesaikan konflik yang kompleks dan sarat kepentingan politik di timur tengah.

Bahkan, lembaga global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun memiliki keterbatasan dalam menegakkan keputusan di lapangan.

Seperti PBB yang membuat berbagai resolusi untuk masalah Gaza. Namun Israel sebagai negara yang melakukan agresi militer, tidak pernah tunduk pada resolusi tersebut. PBB juga tak berani memberikan sanksi.

"Dalam politik begini jangankan OKI, PBB saja tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan OKI, semua patuh PBB tapi tidak seberapa saja PBB hanya resolusi-resolusi saja soal Gaza. Tapi Israel tidak menepati, tidak juga disanksi. Iran begitu, PBB juga tidak bisa memfungsikan diri," kata JK. 

JK kemudian mengingatkan kembali historis dari peran Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang kala itu RI dipimpin oleh Ir. Soekarno. 

Menurutnya Konferensi Asia Afrika menjadi simbol kepemimpinan Indonesia dalam gerakan non-blok dan solidaritas global.

(Tribunnews.com/Gilang P, Danang Triatmojo)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved