Aktivis KontraS Disiram Air Keras
5 Kali Operasi hingga Cangkok Kulit, Andrie Yunus Perlu Dirawat 4 Bulan Lagi
Kondisi pilu Andrie Yunus di RSCM: Mata kanan terancam buta permanen dan tubuh luka bakar 20% usai disiram air keras oleh oknum BAIS TNI.
Mereka berjalan kaki menyusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi penguntitan, dimulai dari Kantor YLBHI hingga berakhir di jembatan di Jalan Talang. Di setiap titik perhentian, Fatia menjelaskan ihwal apa yang terjadi di tempat itu jelang penyiraman.
Suasana haru menyelimuti aksi saat doa bersama dipanjatkan di depan rumah sakit.
Fatia berharap Andrie dapat segera kembali pulih untuk kembali berjuang bersama rekan-rekan aktivis lainnya.
"Dan kita sama-sama berdoa untuk kesembuhannya Andrie agar bisa segera pulih bisa bersama lagi dengan kita bisa sama-sama lagi memperjuangkan keadilan sama kita,” tutup Fatia.
Tuntutan TGPF dan Aktor Intelektual
Meski empat oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI telah ditetapkan sebagai tersangka atas serangan terhadap aktivis HAM Andrie Yunus dan diproses di Oditurat Militer Jakarta, publik menilai kasus ini belum tuntas.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) bahkan mengidentifikasi adanya 16 orang tak dikenal (OTK) yang diduga terlibat.
Perwakilan aksi, Hema, menegaskan tiga tuntutan utama kepada pemerintah:
- Kepada Presiden Prabowo Subianto: Segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
- Kepada Mahkamah Konstitusi: Mempercepat putusan JR UU TNI terkait peradilan umum.
- Kepada Komnas HAM: Melakukan penyelidikan pro-justisia.
“Bukan hanya penangkapan pelaku penyiraman, akan tetapi juga pengungkapan aktor intelektual di balik percobaan pembunuhan dan kejahatan terorganisir ini,” tegas Hema di lokasi aksi.
Hingga kini, publik terus mengawal pemulihan Andrie sembari menanti janji penuntasan kasus dan pengungkapan aktor intelektual di balik tragedi memilukan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-foto-dua-terduga-pelaku-penyerangan-air-keras-aktivis-Kontra-Andrie-Yunus-dirawat.jpg)