2.000 ASN Ikuti Seleksi Komcad 2026, Respons atas Dinamika Keamanan Global
Kemhan RI melepas 2.000 ASN dari 49 kementerian untuk seleksi Komcad 2026, perkuat sistem pertahanan negara.
Respon atas Dinamika Keamanan Global
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai upaya strategis Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk memperkuat kedaulatan negara melalui keterlibatan abdi negara dalam sistem pertahanan semesta.
Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa pembentukan Komcad dari unsur ASN merupakan respon nyata terhadap situasi keamanan global yang dinamis.
"Saat ini dinamika perkembangan lingkungan strategis telah menciptakan ancaman yang kompleks di berbagai wilayah Indonesia," ujar Gabriel Lema dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta.
Ia menjelaskan bahwa penguatan sistem pertahanan mutlak diperlukan untuk menjaga keselamatan bangsa dari berbagai gangguan yang mungkin muncul.
"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam hal ini Badan Cadangan Nasional terus berupaya memperbesar dan memperkuat sistem pertahanan negara dalam rangka menghadapi ancaman tersebut," tegasnya.
Baca juga: Pelatihan Komcad Bagi ASN Start Sejak Pukul 4 Pagi, Kemhan Siapkan Mess Untuk Peserta Perempuan
Menurut Gabriel, keterlibatan ASN dari 49 kementerian dan lembaga ini menjadi wujud sinergi antar-instansi dalam membangun kekuatan nasional.
"Pembentukan komponen cadangan dari unsur ASN kementerian dan lembaga menjadi wujud nyata sinergi antara Kementerian Pertahanan dengan kementerian dan lembaga dalam memperkuat sistem pertahanan negara," ungkapnya.
Nantinya, para peserta kini diberangkatkan untuk menjalani seleksi kompetensi yang meliputi aspek mental ideologi, psikologi, hingga pemeriksaan jasmani.
Proses ini bertujuan untuk menyaring individu yang benar-benar siap secara fisik dan mental sebelum memasuki tahapan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
"Seleksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa ASN calon komponen cadangan merupakan warga negara yang terpilih, memiliki kesiapan baik itu fisik dan mental dalam mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran atau Latsarmil nanti," jelas Gabriel.
Meskipun akan menjalani gemblengan ala militer, Gabriel menjamin bahwa program ini tidak akan mengganggu tatanan birokrasi pemerintahan yang ada.
"Komponen cadangan ASN memperluas basis kesiapsiagaan nasional tanpa mengubah struktur birokrasi yang ada serta tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai ASN," tuturnya.
Sebagai informasi, para peserta akan disebar ke enam lembaga pendidikan, di antaranya Puskom Bela Negara Kemhan, Rindam Jaya, hingga Wingdik 500 Atang Sanjaya untuk menjalani proses seleksi dan pelatihan lebih lanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pelepasan-2000-ASN-untuk-seleksi-Komcad-di-Lapangan-Silang-Monas.jpg)