Iran Vs Amerika Memanas
PKS Soroti Diplomasi Indonesia Hadapi Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz
Mulyanto menilai situasi di Selat Hormuz kini telah memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Negara-negara pengguna Selat Hormuz, termasuk kekuatan ekonomi besar, dinilai perlu berperan aktif melalui kerja sama ekonomi, diplomasi, dan komitmen terhadap hukum internasional.
Dia menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak boleh dijadikan alat tekanan geopolitik, melainkan simbol kerja sama global.
"Solusi yang win-win bukan hanya mungkin, tetapi menjadi satu-satunya jalan yang rasional. Dunia membutuhkan stabilitas, Iran membutuhkan keadilan, dan masyarakat internasional membutuhkan kepastian. Di titik inilah diplomasi harus mengambil peran utama, dan Oman menjadi kunci untuk membuka jalan tersebut," ucapnya.
Untuk diketahui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade di Selat Hormuz menyusul kegagalan negosiasi damai dengan Iran.
Dia menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang membayar bea masuk kepada Iran.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai Senin, 13 April pukul 10 pagi waktu setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Info-Grafis-Iran-Tutup-Selat-Hormuz_20260302_204113.jpg)