Ibadah Haji 2026
Awal Mula Wacana War Tiket Haji Muncul, Picu Pro Kontra dari Sejumlah Pihak
War tiket Haji menjadi sorotan, proses perburuan kursi keberangkatan ini dinilai menimbulkan kecemburuan bagi jemaah yang telah menunggu waktu Haji.
Ringkasan Berita:
- Wacana war tiket Haji berembus setelah disinggung oleh Menteri Haji oleh Menhaj Mochamad Irfan Yusuf pada 8 April 2026.
- Skema baru pemberangkatan haji yang masih wacana ini, diharapkan keberangkatan Haji tidak lagi memakai sistem antrean hingga panjang.
- Terkait war tiket Haji, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, tidak efektif dilaksanakan di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM - Polemik war tiket Haji memantik sorotan, ketika proses perburuan kursi keberangkatan justru dinilai menimbulkan kecemburuan bagi jemaah yang telah lama menunggu waktu keberangkatan Haji.
Sejak dilontarkan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf pada 8 April 2026, topik war tiket Haji menjadi perbincangan publik.
Pro kontra wacana war tiket Haji bermunculan. Dari tokoh pemerintahan sekaligus politikus, yakni Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, termasuk pihak yang mengkritik war Tiket Haji.
Menurutnya, wacana war tiket pelaksanaan haji tidak efektif dilaksanakan di Indonesia.
Pihak yang kontra war tiket Haji juga datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya. Ia menilai, war tiket Haji hanya menguntungkan pihak yang memiliki finansial lebih baik.
Sementara itu, pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengatakan, war tiket dalam penyelenggaraan ibadah Haji belum ditetapkan sebagai kebijakan atau masih dalam wacana.
Dengan adanya sistem war tiket itu, diharapkan keberangkatan Haji tidak lagi memakai sistem antrean hingga panjang.
Baca juga: Kemenhaj Wacanakan War Tiket Haji, Amphuri Ungkap Akar Masalah Antrean Panjang Haji Indonesia
Awal Mula Wacana War Ticket Haji Muncul
Pada Rabu (8/4/2026), Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, menyoroti panjangnya antrean haji yang terjadi di Indonesia.
Atas kondisi itu, Pemerintah mulai mengkaji sistem baru untuk mencari solusi yang lebih efektif.
Gagasan tersebut, disampaikan Menhaj dalam Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 di Asrama Haji Tangerang, Rabu pekan kemarin.
"Insya Allah tidak ada antrean. Pemerintah mengumumkan biaya Haji sekian, pembukaan pendaftaran tanggal sekian sampai sekian, yang mau Haji silakan membayar," kata Menhaj,
Lantas, Menhaj menyinggung kemungkinan penerapan sistem yang menyerupai mekanisme 'war ticket'.
"Semacam war ticket," ungkapnya.
Meski begitu, menurut Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, war tiket yang disebut Menhaj masih wacana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jamaah-Haji-Debarkasi-Surabaya-Kloter-Akhir_20250710_154402.jpg)