Usai JK, Giliran Penyebar Pertama Video Ceramah Eks Wapres Dilaporkan Pemuka Agama di Makassar
Sejumlah pemuka agama di Makassar melaporkan penyebar pertama potongan video ceramah JK yang dinarasikan telah menistakan agama.
Saat melaporkan, Sahat mengatakan pihaknya turut membawa barang bukti berupa potongan video ceramah JK yang beredar di media sosial.
“Dengan menempuh jalur hukum, kami berharap persoalan ini tidak terus menjadi polemik di ruang publik,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, juga mengatakan pelaporan dilakukan pihaknya semata-mata demi meredam situasi yang meluas di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ajaran Kristen dan Katolik tidak membenarkan kekerasan, serta berharap persoalan ini dapat segera disikapi secara bijak.
“Harapan kami, sebagai tokoh bangsa, Bapak JK dapat memberikan klarifikasi terbuka, termasuk permintaan maaf, agar suasana kembali kondusif,” kata Stefanus.
Jubir JK: Video Ceramah Dipotong, Narasi Jadi Melenceng
Sementara, juru bicara, Husain Abdullah mengklarifikasi terkait video ceramah JK yang viral di media sosial saat menjadi penceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu tersebut.
Dia menyebut bahwa video yang viral itu telah dipotong dan membuat narasinya melenceng dari substansi yang disampaikan JK.
Husain menegaskan JK menyampaikan pesan perdamaian dengan mengambil contoh Konflik di Poso dan Ambon yang terjadi saat lampau.
"Inti pesan yg disampaikan Pak JK saat ceramah di UGM 5/3 adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai," ungkapnya saat dikonfirmasi Senin (13/4/2026).
Husain mengatakan bahwaJK menjelaskan pendapat orang-orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon atau realitas sosiologis saat terjadi konflik.
"Jadi bukan pendapat pribadi Pak JK, realitasnya saat itu, kedua pihak yang berkonflik (Islam dan Kristen) menggunakan jargon agama untuk saling membunuh," tuturnya.
Baca juga: Roy Suryo Dukung Jusuf Kalla Desak Jokowi untuk Tunjukkan Ijazah, Siap Jadi Saksi atau Ahli untuk JK
Dia mengatakan pemahaman mereka baik yg Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga.
Sehingga, Husain mengungkapkan konflik Poso dan Ambon disebut konflik bernuansa SARA yang sulit dihentikan dan mengakibatkan jatuhnya ribuan korban jiwa
"2000 orang tewas di Poso, sedangkan di Ambon mencapai 5000 orang tewas," katanya.
Untuk mengatasinya, dia mengatakan JK saat ceramah di UGM bahwa pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan lantaran keduanya telah melakukan kekeliruan menyimpang dari ajaran agama.