Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Merasa Kalah Pamor dengan Microsoft, Bos Google Sempat Pesimistis Saat Kenalkan Chromebook ke Nadiem
Kuasa hukum kala itu mencecar apakah terdapat kesepakatan antara google dengan Nadiem pada pertemuan tersebut.
Ringkasan Berita:
- Mantan Presiden Google Asia Pasifik Scott Beaumont mengaku pesimistis saat pertama mengenalkan Chromebook kepada Nadiem Makarim karena produk tersebut kalah dikenal dibanding pesaing seperti Microsoft.
- Ia menegaskan tidak ada kesepakatan dalam pertemuan awal 2020 dan prospek kerja sama dinilai rendah saat itu.
- Kesaksian ini disampaikan dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat Nadiem.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden Google Asia Pasifik Scott Beaumont mengaku sempat pesimistis ketika mengenalkan chromebook kepada Nadiem Makarim lantaran merasa produknya kalah pamor dibanding pesaing mereka yakni Microsoft.
Hal itu dikatakan Scott saat dihadirkan Nadiem Makarim sebagai saksi meringankan dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).
Scott yang hadir secara daring mulanya ditanya oleh kuasa hukum Nadiem mengenai pertemuan tim Google dengan perwakilan Kemendikbudristek termasuk Nadiem Makarim pada Februari 2020.
Kuasa hukum kala itu mencecar apakah terdapat kesepakatan antara google dengan Nadiem pada pertemuan tersebut.
"Pada pertemuan di bukan Februari 2020 apakah ada kesepakatan seperti yang dibacakan tadi?," tanya kuasa hukum.
Menanggapi hal ini, Scott yang keterangannya diterjemahkan oleh penerjemah menjelaskan, bahwa tidak ada kesepakatan yang terdapat pada pertemuan tersebut.
Bahkan kata Scott pihaknya justru merasa pesimis bahwa pada pertemuan pertama itu tidak akan menghasilkan kesepakatan apapun.
"Sebenarnya tidak ada. Sebenarnya kita membiarkan pertemuan ini berjalan dengan sendirinya. Pesimistis. Jadi pada saat itu dalam pertemuan itu kita sebetulnya pesimistis," kata Scott.
Lebih lanjut Scott menerangkan, pada dasarnya pada pertemuan itu tim nya sudah menjelaskan terkait produk chromebook yang hendak ia kenalkan kepada pihak kementerian.
Akan tetapi menurut Scott, saat itu pihak kementerian dibawah pimpinan Nadiem tidak terlalu familiar dengan chromebook dan lebih mengenal dengan produk yang dihasilkan para kempetitor dari google salah satunya Microsoft.
"Kami telah berusaha pada pertemuan itu untuk menjelaskan dengan sebaik-baiknya mengenai produk ini, namun pada saat itu (kementerian) tidak terlalu familiar dengan produk ini dibandingkan dengan produk-produk yang lain yang kompetitif lainnya," ucap Scott.
Tak hanya itu, Scott juga menjelaskan bahwa rasa pesimisnya itu semakin menguat ketika Nadiem Makarim dan timnya melayangkan pertanyaan yang cukup detail kepada pihaknya mengenai produk chromebook.
Menurut Scott, Nadiem dan beberapa perwakilan Kemendikbudristek saat itu banyak bertanya untuk mengetahui gambaran jelas seperti apa spesifikasi tentang chromebook.
Namun Scott mengaku memaklumi banyaknya pertanyaan dari pihak Nadiem ini, hal itu lantaran chromebook yang pihaknya kenalkan merupakan produk baru dibanding dengan yang dimiliki oleh kompetitor.
"Pada pertemuan di bulan Februari apakah Pak Nadiem atau pihak kementerian yang hadir saat itu sudah menunjukkan akan menggunakan produk-produk Google dalam hal ini Chrome OS dan Chromebook?," tanya kuasa hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Caption-Tiga-mantan-petinggi-Google-hadir-seca.jpg)