Senin, 27 April 2026

Bukan Emosi, Jubir Sebut JK Cuma Ingatkan Jasanya di Karier Politik Jokowi: Orang Bugis Emang Begitu

Jubir mengatakan bahwa JK tidak marah, tetapi memang seperti itulah karakternya, ditambah lagi JK juga berasal dari garis keturunan Bugis.

Tayang:
Penulis: Rifqah
Editor: Endra Kurniawan

Dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012, kata JK, awalnya Megawati menolak untuk mengusung Jokowi sebagai cagub.

Kemudian JK mengklaim bahwa dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya dengan representasi sebagai sosok 'orang baik'. 

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," ucap JK.

Kala itu, JK menyebut Jokowi berterima kasih kepadanya karena telah membuat dia menang Pilgub DKI Jakarta 2012. 

Lewat pernyataannya itulah, JK mengklaim bahwa tanpa jasanya, Jokowi tidak mungkin bisa maju menjadi capres pada Pilpres 2014 dan berujung menang.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya, kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK dengan suara lantang. 

Bahkan, saat itu JK juga menyebut Megawati sempat enggan untuk mengusung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2014, jika bukan dirinya yang menjadi cawapres. 

"2 tahun dia gubernur (DKI Jakarta), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman, jangan, nanti rusak negeri ini."

"Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (cawapres pada Pilpres 2014)," ucap JK. 

Baca juga: Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penghasutan Ceramah JK

Alasan Megawati mau untuk memasangkan Jokowi dengan JK karena JK dianggap cukup berpengalaman. Sehingga, Megawati ingin agar JK membimbing Jokowi. 

Namun, kala itu JK mengaku sempat bimbang karena berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun, akhirnya dia mau untuk menuruti permintaan Megawati.

"Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf' Ya bukan saya minta, bukan."

"Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau (Jokowi) tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," tegas JK.

Sementara itu, politisi PDIP, Guntur Romli mengaku bahwa PDIP sudah tidak ingin dikaitkan lagi dengan Jokowi, sejak eks presiden itu dipecat sebagai kader pada 16 Desember 2024 lalu karena keluarga Jokowi karena mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, di saat PDIP mengusung Ganjar Pranowo.

Adapun, pemecatan juga dilakukan terhadap putra sulung Jokowi sekaligus Wakil Presiden RI saat ini, Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya yang juga Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.

Namun, Guntur mengatakan bahwa pernyataan JK bisa diartikan sebagai wujud kekecewaan eks wapres tersebut karena merasa dikhianati oleh Jokowi.

"Kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," bebernya.

(Tribunnews.com/Rifqah) (TribunSolo.com/Ahmad Syaifudin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved