Reformasi Polri
Menanti Komitmen Prabowo pada Reformasi Polri, Hasil Rekomendasi Sudah Jadi tapi Tak Segera Disikapi
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menyebut hasil rekomendasi mereka belum diberikan ke Prabowo karena kesibukan sang presiden
Di antaranya kunjungan ke Prancis, Rusia, Jepang, Korea, Abu Dhabi, Yordania, Washington DC, hingga Amerika Serikat.
Kini publik pun terus menanti komitmen Prabowo untuk melakukan reformasi Polri.
Karena hasil kerja cepat Komisi Reformasi Polri juga harus dibarengi dengan sikap Prabowo atas hasil rekomendasi mereka.
Agar nantinya reformasi di tubuh Polri bisa benar-benar dilakukan.
Baca juga: Menakar Komitmen Kapolri, Reformasi Polri Diarahkan Penguatan Integritas dan Keterbukaan Institusi
Transparansi Rekrutmen Akpol Jadi Salah Satu Rekomendasi Komisi Reformasi Polri
Mahfud MD, mengungkap salah satu hasil rekomendasi dari Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Yakni rekomendasi terkait proses rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol).
Mahfud mengatakan, dalam rekomendasi Komisi Reformasi Polri, ditegaskan bahwa rekrutmen Akpol tidak boleh ada jalur titipan.
“Yang sudah boleh diumumkan itu hanya satu. Rekrutmen Akpol tidak boleh ada titipan dari siapapun,” kata Mahfud usai hadir dalam peluncuran buku Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, di Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Mahfud lantas mengungkit soal proses rekrutmen Akpol selama ini yang didominasi oleh anak pejabat.
Baca juga: Menakar Komitmen Kapolri, Reformasi Polri Diarahkan Penguatan Integritas dan Keterbukaan Institusi
Sementara itu, porsi untuk masyarakat dalam rekrutmen Akpol ini hanya sedikit.
Untuk itu, Mahfud menekankan kepada publik bahwa rekrutmen Akpol 2026 akan berlangsung tanpa jalur titipan.
Sehingga jika ada orang yang mengaku memiliki pengaruh agar seseorang bisa diterima di Akpol, Mahfud meminta publik mengabaikannya, karena itu hanya kebohongan belaka.
“Polri sudah mengumumkan mulai tahun ini tidak ada titipan. Kalau ada orang mengaku punya pengaruh agar itu diterima, itu semua bohong supaya diabaikan. Nanti kita lihat potret hasil rekrutmennya tahun ini,” jelas Mahfud.
Selanjutnya, Mahfud menuturkan, pelaksanaan rekrutmen Akpol tanpa jalur titipan ini akan ditegaskan dalam aturan Polri.
“Iya, pokoknya itu sudah pengumuman. Apakah itu bentuknya Perpol atau apa nanti kita lihat saja,” imbuh Mahfud.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)(Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)