Kamis, 23 April 2026

Harga BBM Naik

Harga BBM Nonsubsidi Naik, BI Buka Suara soal Dampaknya ke Inflasi

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dinilai berdampak terhadap inflasi, meski terbatas.

Upaya Mengatasi Dampak Kenaikan BBM nonsubsidi

Sebagai langkah mitigasi dampak kenaikan BBM nonsubsidi, BI telah menyiapkan sejumlah langkah. 

Aida mengatakan, BI bersama pemerintah pusat dan daerah terus melakukan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), yakni melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.

"Kemarin kick off di Palembang, Sumatra Selatan dan nanti insyaallah saya pada bulan Mei juga akan melakukan kick off di Jawa Timur."

"Jadi mohon juga bantuan seluruh teman-teman untuk kita menjaga inflasi bersama melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera," ungkapnya.

HARGA BBM NONSUBIDI - Warga mengantre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di Jalan Ciater Raya, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 18 April 2026. Pertamina telah menaikkan harga BBM jenis bensin Pertamax Turbo sebanyak Rp6.300 per liter, Pertamina Dex hingga Dexlite masing-masing naik sebanyak Rp9.400 per liter mulai hari ini.
HARGA BBM NONSUBIDI - Warga mengantre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di Jalan Ciater Raya, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 18 April 2026. Pertamina telah menaikkan harga BBM jenis bensin Pertamax Turbo sebanyak Rp6.300 per liter, Pertamina Dex hingga Dexlite masing-masing naik sebanyak Rp9.400 per liter mulai hari ini. (Tribunnews.com/Choirul Arifin)

Kata Pengamat: Dampak ke Inflasi Tidak Signifikan

Pendapat senada juga disampaikan Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi.

Fahmi menilai, kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi ini sudah tepat.

Ia mengatakan, kenaikan BBM nonsubsidi ini dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya terkait kompensasi energi. 

Di sisi lain, dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tidak signifikan.

“Saya perkirakan kenaikan BBM beroktan tinggi tadi gitu ya, itu tidak akan menaikkan inflasi secara signifikan dan tidak menurunkan daya beli," kata Fahmi dalam diskusi Kompas Siang Kompas TV, Senin (20/4/2026).

"Kenapa tidak menaikkan inflasi? Karena komunitas atau jumlah konsumen yang menggunakan BBM oktan tinggi ini tidak terlalu banyak ya sehingga tidak berpengaruh terhadap inflasi tadi."

Baca juga: Modus Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi: Pakai Istilah Helikopter, Bermain dengan Petugas SPBU

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga tidak akan menurunkan daya beli masyarakat secara luas. 

Sebab, menurutnya, pengguna BBM nonsubsidi jenis premium seperti Pertamax Turbo dan Dex, umumnya berasal dari kalangan menengah atas.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Kompas.tv)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved