Dirjen Imigrasi akan Bentuk Tim Atasi Masalah Layanan Keimigrasian Atlet dan Penampil Internasional
Kegiatan itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan termasuk promotor, impresario, hingga organisasi keolahragaan.
Ringkasan Berita:
- Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggelar Diseminasi Layanan Keimigrasian untuk Atlet dan Penampil Internasional pada Kamis (30/4/2026).
- Kegiatan itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan termasuk promotor, impresario, hingga organisasi keolahragaan.
- Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko usai kegiatan, menjelaskan dalam kegiatan itu pihaknya mencatat sejumlah aspirasi para peserta terkait dengan layanan keimigrasian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggelar Diseminasi Layanan Keimigrasian untuk Atlet dan Penampil Internasional di Hotel Pullman Jakarta Pusat pada Kamis (30/4/2026).
Kegiatan itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan termasuk promotor, impresario, hingga organisasi keolahragaan.
Baca juga: WNI yang Terindikasi Haji Non-Prosedural Jadi 18 Orang, Dirjen Imigrasi Sinyalir Ada Agen Bermain
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko usai kegiatan, menjelaskan dalam kegiatan itu pihaknya mencatat sejumlah aspirasi para peserta terkait dengan layanan keimigrasian menyangkut atlet dan penampil internasional.
Menurutnya, salah satu masalah utama yang ada terkait itu adalah soal komunikasi.
Baca juga: Imigrasi Proses Deportasi 26 WNA Korban Penyekapan di Bali, Jaringan Scam Masih Diselidiki
"Ya sebenarnya (aspirasi peserta) lebih kepada masalah-masalah teknis ya, komunikasi aja. Jadi memang kuncinya sebenarnya komunikasi," ujar Hendarsam usai kegiatan.
Kalau komunikasinya berjalan dengan baik, nah sekarang masalahnya komunikasinya kan ya yang bertanya ini 'dia harus berkomunikasi dengan siapa," ujar Hendarsam usai kegiatan.
Untuk itu, ia mengatakan akan membentuk tim penanggungjawab.
Tim itu, kata dia, akan bekerja khususnya pada saat gelaran-gelaran olahraga internasional maupun acara-acara budaya seperti konser digelar di Indonesia.
Nantinya, lanjut dia, tim akan dibagi dua yakni terkait atlet internasional dan penampil internasional.
Dia juga menggambarkan tim itu nantinya akan bekerja seperti Satuan Tugas (Satgas).
"Jadi persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan ada penumpukan, mungkin nanti dan masalah-masalah teknis lainnya itu bisa diselesaikan. Sehingga oleh karena itu penyelenggaraan tuh bisa berjalan dengan baik," lanjut dia.
Ia mengatakan hal itu juga sejalan dengan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan intensitas konser musik K-Pop di Indonesia yang telah disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono menyusul kunjungan presiden ke Korea Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut dia pihaknya juga ingin memberikan perlakuan setara kepada penggemar-penggemar musik tidak hanya K-Pop melainkan juga penggemar musik lain.
"Jadi sebenarnya salah satunya inspirasinya dari itu juga. Bahwa kita menyambut pikiran Pak Prabowo terkait dengan masalah itu, terkait bukan hanya masalah konser K-Pop," ungkap dia.
"Ini sebentar lagi kalau nggak salah ada Hammersonic juga ya, Hammersonic juga dan beberapa event internasional lainnya di bidang musik yang saya catat itu," imbuhnya.
Baca juga: Bak Napi, 365 ASN Imigrasi dan Lapas Dikirim ke Nusakambangan Akibat Langgar Disiplin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hendarsam-Marantoko-Dirjen-Imigrasi-1.jpg)